Nenek Pemaksa, Nyonya Naraya

1274 Words

Hampir sepanjang ruangan Khumaira berlari, termasuk menaiki tempat tidur demi menghindari Rizal yang kalap mata oleh fantasi liarnya. Khumaira khawatir gaun lebarnya akan dirobek pria gila, bukan suaminya. "Ya Tuhan! Abati! Abati! Abati!" Seru Khumaira kencang menggedor pintu kamar. Panik bercampur takutnya berubah jadi tremor nyata. Khumaira berharap ada yang bisa menolongnya selain kunci yang masih pada Rizal. “Kemari, Khumaira!” Rizal terkekeh m***m. “Punyaku besar, bukan? Aku yakin lebih besar dari miliknya.” Khumaira benar-benar melihat area pribadi Rizal yang mengencang tegak. Pria itu tak mendekat lagi, tetapi tetap di tempatnya dengan posisi tak manusiawi. Rizal mempertontonkan adegan tak senonoh kepadanya. Takut Khumaira akan belalai tersebut. Tak adanya bantuan yang datang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD