Bab 144

1648 Words

Khumaira mendengar suara monitor perekam jantung yang sistematis. Ruangan putih samar terlihat lalu lebih jelas siang menyapanya. Langsung saja Khumaira terkenang segala hal yang terjadi. Bagai keledaiskop yang terpampang jelas dalam kepalanya. “Khalid!” seru Khumaira. “Saleha!” Khumaira mengerjap pada sosok Latifa Bakrie yang mendekat anggun, tapi cepat. Ifa meringis sambil mengambilkan tisu untuk mengelap jemarinya yang berdarah karena seruan putrinya tadi. Tak peduli pada lukanya sendiri, Ifa malah menelaah Khumaira, “Apa yang kau rasakan, Saleha?” “Ak---“ “Sebentar! Biar kupanggilkan perawat. Ah ... Bintang!” serunya nyaring. Khumaira memejamkan mata karena lengkingan yang Ifa buat serasa akan memecahkan gendang telinganya. Tak disangka beliau bisa juga memekik begitu. Terden

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD