“Mengapa kau pikir mereka datang bersamaan?” Khumaira diam. Alasannya sudah jelas, ayah dan anak setan itu mungkin saja ingin menambah pusing kepala Khumaira. Entah bagaimana tadi Khalid menghadapi serangan mereka saat ia justru sedang meredakan pusing kepala. “Reda yang datang lebih dulu, tapi aku tidak menerimanya,” jelas Khalid mendekati istrinya. “Kau menerima Paman?” “Ya. Beliau protes tentang slip gajinya. Sudah kujelaskan, tapi dia ingin kau sendiri yang menjelaskan.” Khumaira bisa menebak ke mana arah pikiran pamannya. “Itu hanya alasan Abifata untuk membuat serangan balasan. Rubah licik!” Khalid meletakkan pakaian Khumaira di dekatnya, “Pakai kembali. Sebelum ada lagi yang datang.” Khumaira patuh juga, mengenakan kembali pakaiannya. “Mengapa Reda datang?” “Aku tida

