"Mas Hans, kita sudah seminggu merid. Apa kamu nggak pengin belah duren gitu?" rengek Baby Alexandra saat melihat suaminya baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakan piyama sutera warna merah maroon. Pria berkulit pucat dengan rambut cepak berbelah pinggir yang wajahnya mengesankan sebagai pria alim itu agak terkejut seolah tak siap dengan rengekan istrinya. Dia pun melangkah ke tempat tidur di mana Baby sedang duduk bersandar di kepala ranjang. "Memang kamu mau diapain, Beib?" Hans duduk di tepi ranjang dengan perlahan sembari memandangi wajah istri moleknya yang belia dan jauh di bawah usianya tersebut. "Yaelah, masa nggak paham sih, Mas?! ML ... kawin ... kita ini 'kan suami istri!" seru Baby tak sanggup menahan batas kesabarannya yang mulai ambyar. Seharusnya dia sedang dal

