Bab 5 – Greeting from Kokoh Bersatu Engineering!

1388 Words
Melinda menyortir lamaran kerja yang masuk ke perusahaannya melalui e-Mail dan akun aplikasi pencarian kerja. Sejak dua minggu lalu, Kokoh Bersatu Engineering mencari kandidat untuk menggantikan pak Timur, Chief Financial Officer mereka yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiunnya. Ia pun terpaku saat mendapati profil dari seorang pria bernama Harfandi Anggito. Pria berusia 37 tahun yang memiliki perjalanan karir sangat mulus. Sejak berusia 22 tahun, pria itu bekerja di XYZ Indonesia, berawal dari mengikuti program magang, diangkat sebagai karyawan tetap, hingga menduduki posisi Manager. Setelah 10 tahun bekerja sebagai konsultan keuangan, Harfandi pindah kerja ke sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang konstruksi untuk mendapati posisi yang lebih baik, yakni Senior Manager. Kini pria itu kembali ingin mendapati posisi yang lebih tinggi lagi. “Udah 37 tahun, tapi, masih single. Pasti dia gila kerja deh kayak Abi,” gumam Melinda saat meneliti curriculum vitae milik Harfandi. “Kenapa, Mel?” tanya Reihan, HR Manager Kokoh Bersatu Engineering. “Eh, gapapa, Pak. Saya lagi sortir lamaran untuk posisi CFO,” jawab Melinda. “Oh ya, kasih ke saya lima kandidat yang sekiranya cocok ya, Mel. Nanti saya akan coba sortir lagi sampai tiga kandidat terbaik. Setelah itu kita hubungi semua kandidatnya untuk wawancara.” “Baik, Pak.” *** Di sebuah gedung perkantoran elit di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan, Harfandi sedang menikmati secangkir kopi sebelum memulai pekerjaannya kembali setelah menikmati jam istirahat makan siangnya, saat ponselnya berdering. Ia tidak mengenali nomor tersebut, tetapi, dari deret angka nomor telepon itu, ia tahu telepon itu berasal dari perkantoran di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat karena kepala nomor itu dimulai dengan kepala 5. “Halo,” ujar Harfandi menjawab panggilan teleponnya. “Halo. Selamat siang. Apa benar ini dengan Bapak Harfandi Anggito?” tanya si penelepon. “Iya, benar.” “Baik. Perkenalkan, saya Melinda dari Kokoh Bersatu Engineering. Kami telah menerima lamaran Pak Harfandi untuk posisi Chief Financial Officer.” “Oh, ya.” Harfandi pun teringat bahwa beberapa hari lalu memang ia melihat iklan lowongan tersebut di aplikasi LinkedIn dan tertarik untuk melamar pekerjaan untuk posisi yang setara dengan Direktur Keuangan itu. “Jika kami undang untuk wawancara dengan tim HR kami pada hari Kamis besok pukul 2 siang, apakah Pak Harfandi bisa?” “Sebentar, ya. Saya cek jadwal saya dulu.” “Baik, Pak.” Harfandi memeriksa kalender di ponselnya untuk memastikan tidak ada rapat mendesak yang harus dihadirinya. “Oke, saya bisa hadir pada Kamis minggu ini jam 2 siang.” “Baik, Pak Harfandi. Terima kasih atas informasinya. Kami akan segera mengirimkan e-Mail undangan interview ke alamat e-Mail Pak Harfandi. Mohon untuk dibalas e-Mail-nya sebagai konfirmasi kehadiran Bapak. Jika ada yang ingin ditanyakan, jangan ragu untuk menanyakannya via e-Mail atau menghubungi ke nomor telepon kami.” “Oke. Terima kasih.” “Sama-sama, Pak Harfandi. Apakah ada yang ingin ditanyakan?” “Tidak ada. Terima kasih.” “Baik. Saya akhiri sambungan teleponnya, ya, Pak. Terima kasih. Selamat siang.” “Terima kasih. Selamat siang.” *** Setelah menikmati kopinya hingga tandas, Harfandi kembali ke meja kerjanya. Baru saja ia mendarat di kursinya, ponselnya membunyikan notifikasi. Rupanya tim rekrutmen Kokoh Bersatu Engineering menepati janjinya. Wanita itu segera mengirimkan surat undangan interview ke alamat e-Mail-nya. From: melinda.wiyono@kokoh--bersatu--engineering.com To: harharfanfandidi@blablabla.com CC: rei.reihan@kokoh--bersatu--engineering.com Dear Pak Harfandi, Greeting from Kokoh Bersatu Engineering! Thank you for your interest in the Chief Financial Officer position at Kokoh Bersatu Engineering. We have received your application for Chief Financial Officer. After reviewing it carefully, we would like to invite you to join our recruitment process. Based on our conversation on the phone, we would like to invite you to attend our offline (in-person) interview process on Thursday, 24 August 2023 at 2 pm with our Human Resources Manager, bapak Reihan. Please reply this message for your attending confirmation. Thank you. Best regards, Melinda Maheswari Wiyono Human Resources Supervisor ‘Oh, jadi, namanya Melinda. Semoga orangnya secantik suara merdunya,’ ujar Harfandi membatin. *** Sesuai janjinya, Harfandi datang ke kantor Kokoh Bersatu Engineering sesuai jadwal interview yang telah ditentukan. Ia ingin bertemu dengan seorang wanita cantik yang menggugah rasa ingin tahunya hanya dari mendengar suaranya. “Selamat siang. Ada yang bisa kami bantu?” ujar Hesti, sang receptionist, saat terlihat seorang tamu menghampiri meja receptionist. “Selamat siang. Saya ingin bertemu ibu Melinda,” balas Harfandi. “Oh, untuk interview, ya?” “Benar.” “Mari, saya antar ke ruang meeting.” Hesti pun mengantarkan Harfandi ke ruang rapat yang sudah disediakan tim HRD untuk mengadakan interview siang hari itu. Harfandi diminta menunggu sebentar sebelum Hesti memberi tahu Melinda bahwa tamu yang ditunggunya telah datang. Tak berapa lama setelah Hesti pergi meninggalkan Harfandi di ruang rapat seorang diri, seorang office boy datang untuk mengantarkan segelas air mineral untuk Harfandi. Harfandi pun meneguk sedikit air dari dalam gelas itu lalu mengamati interior ruang rapat tersebut. Di sana terdapat sebuah laptop dan sebuah smart television untuk presentasi. ‘Bagus juga kantornya,’ ujarnya membatin. Tok tok tok. Suara ketukan pintu membuat Harfandi kembali dari lamunannya. Ia terpukau saat mendapati seorang wanita hadir di hadapannya. Sayangnya wanita itu datang bersama seorang pria paruh baya. “Selamat siang, Pak Harfandi,” ujar Melinda dan Reihan berbarengan. “Selamat siang,” balas Harfandi setelah bangkit dari kursinya untuk berjabat tangan dengan kedua orang di hadapannya. Hati Harfandi pun mendadak patah ketika mendapati sebuah cincin berlian tersemat di jari manis tangan kanan wanita cantik itu. “Terima kasih, ya, Pak Harfandi, sudah bersedia meluangkan waktunya untuk hadir di sesi interview pada siang hari ini,” ujar Reihan. “Sama-sama, Pak,” balas Harfandi. “Perkenalkan, saya Reihan, dan ini rekan saya, Melinda. Untuk hari ini kita interview-nya santai saja, ya. Tidak perlu tegang,” ujar Reihan yang membuat Harfandi tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Tak sengaja tatapan mata Harfandi bertemu dengan tatapan mata Melinda. Melinda pun tersenyum padanya. *** Hari Senin minggu berikutnya, Harfandi mendapatkan panggilan interview ke dua dari Kokoh Bersatu Engineering untuk diberikan case study dan wawancara dengan Roy, Chief Executive Officer. Tirta, Manager tim Accounting & Finance, yang akan menjadi bawahan Harfandi pun ikut serta hadir pada wawancara itu untuk menilai apakah Harfandi akan cocok dan dapat bekerjasama dengan tim mereka. Sayangnya, Melinda tak hadir pada wawancara tersebut. Roy sangat menyukai profil Harfandi dan aura ketegasan pada pria itu. Tirta pun menyetujui pendapat bosnya itu. Setelah memberikan case study dan mewawancarai tiga kandidat terkuat, mereka pun memutuskan untuk memilih Harfandi sebagai pengganti pak Timur. Melinda ditugaskan untuk memeriksa latar belakang Harfandi dengan memeriksa keaslian ijazah yang terdaftar di Kementrian Pendidikan Tinggi dan juga menghubungi kantor tempat Harfandi bekerja sebelumnya di XYZ Indonesia untuk memastikan bahwa memang Harfandi pernah bekerja di sana dan bagaimana sikap pria itu selama bekerja. Setelah semuanya dinyatakan tepat, tibalah saatnya Melinda mengirimkan offering letter ke alamat e-Mail Harfandi. *** Pagi hari itu, Harfandi baru saja mengadakan rapat bersama timnya. Sebelum kembali ke meja kerjanya, Harfandi mampir ke pantry untuk mengambil segelas air. Bertepatan saat itulah ponselnya berdering. Nomor telepon kantor Kokoh Bersatu Engineering kembali menghubunginya. “Halo,” ujar Harfandi dengan mantap. “Halo. Selamat pagi, Pak Harfandi.” Suara itu terdengar lagi. Suara yang terdengar merdu di telinganya, yang menjadi candu baginya sejak kali pertama suara itu menghampiri indera pendengarannya. “Ya, selamat pagi.” “Saya Melinda, Pak, dari Kokoh Bersatu Engineering. Ingin menyampaikan bahwa proses rekrutmen untuk posisi CFO telah selesai dan Pak Harfandi Anggito dinyatakan sebagai kandidat terpilih untuk mengisi posisi tersebut. Kami akan segera mengirimkan offering letter pada ke alamat e-Mail Pak Harfandi. Di sana kami juga akan menginformasikan mengenai gaji pokok dan tunjangan apa saja yang akan Pak Harfandi terima jika Pak Harfandi menerima offering kami ini. Mohon agar e-Mail dari kami dibalas dalam kurun waktu paling lama tiga hari sejak hari ini. Jika memang Bapak menolak tawaran kami, mohon untuk diinformasikan juga, ya, Pak, agar kami dapat penjelasan dari Bapak.” “Baik, saya terima offering-nya,” ucap Harfandi tanpa keraguan sedikit pun. Ia memang mencari pekerjaan baru karena ingin mendapatkan peningkatan jabatan dan pendapatan. Namun, di samping itu, Melinda yang berparas ayu dan bersuara merdu itu membuat Harfandi merasa sangat ingin untuk bekerjasama dengan wanita itu walaupun sudah tersemat cincin pernikahan di jari manisnya. ‘Mungkin bermain bersama istri orang akan jadi pengalaman yang seru,’ ujarnya membatin.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD