Malam hari itu Harfandi membalas e-Mail yang dikirimkan oleh pihak tim rekrutmen Kokoh Bersatu Engineering setelah menyantap hidangan makan malamnya. Setelah memastikan e-Mail-nya terkirim, Harfandi menatap alamat e-Mail milik HR Supervisor yang mengganggu pikirannya selama tiga minggu ini. Entah mengapa ia begitu tertarik pada wanita itu. Ia pun mencari akun LinkedIn wanita itu dan segera menemukannya. Rupanya Melinda memiliki banyak pengikut di sana. Wajar saja berhubung Melinda adalah salah satu tim Human Resources Development yang mana sering mengunggah info lowongan kerja di akunnya. “Oh, ... dia gak jauh umurnya dari gue,” gumamnya saat dilihatnya Melinda lulus dari salah satu universitas ternama pada tahun 2012. Karena Melinda adalah angkatan 2008, maka dapat diperkirakan saat ini, di tahun 2023, usia Melinda berkisar 32 tahun hingga 34 tahun. Jika Melinda kuliah di usia 18 tahun, maka usianya kini adalah 33 tahun. Sangat disayangkan wanita itu sudah menikah karena seharusnya Melinda cocok untuk menjadi pendamping hidupnya. Usia mereka tidak jauh berbeda dan Melinda merupakan wanita yang tidak hanya cantik, tetapi, juga pintar.
Setelah meneliti akun LinkedIn wanita yang mengganggu pikirannya, Harfandi beralih mencari semua informasi tentang Melinda melalui mesin pencarian Google. Matanya tertarik pada salah satu link berita dari majalah bisnis yang sering mengulik tentang kehidupan para pengusaha. Dan ... boom! Kedua mata Harfandi terbelalak dan mulutnya ternganga saat melihat unggahan foto di halaman berita tersebut. Foto itu adalah foto Abimanyu Diratama Joyonegoro dan istrinya yang bernama Melinda Maheswari Wiyono. Ia pun dengan cepat membaca isi berita itu. Itu adalah berita tahun lalu yang meliput tentang perayaan ulang tahun JJSG yang ke 50 tahun. Dan dari isi berita itu, Harfandi benar-benar percaya bahwa Melinda, wanita yang menggugah hasratnya selama beberapa minggu ini, adalah istri dari pria yang paling dibencinya.
***
Malam itu Harfandi tidak bisa tertidur walau matanya sudah memerah. Ia menenggak whiskeynya seraya menatap gemerlap lampu dari berbagai gedung dan lampu jalanan ibu kota dari balik jendela unit apartemennya. Pikirannya melayang ke sepuluh tahun lalu. Saat itu ia masih berusia 27 tahun dan benar-benar terpuruk karena Vika, kekasihnya, memutuskan hubungan mereka yang sudah terjalin selama tujuh tahun karena gadis itu lebih memilih pria yang dijodohkan dengannya. Pria itu adalah Abimanyu Diratama Joyonegoro. Ya, pria itu adalah pria yang kini resmi berstatus sebagai suami dari Melinda, wanita yang memikat hatinya saat ini.
Tino, ayah Abi, pernah mengalami kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawanya. Mobil yang dikendarai Tino mengalami rem blong yang menyebabkan mobil melaju tak karuan hingga menabrak tiang listrik. Tak hanya itu, mobil itu pun mengeluarkan asap. Untung saja Tino berhasil selamat berkat pertolongan seorang pria yang bernama Sadam, yang merupakan ayah Vika, sebelum mobil itu meledak dan terbakar. Tino pun merasa berutang budi pada Sadam. Awalnya Tino menawarkan sejumlah uang untuk membayar kebaikan Sadam, tetapi, Sadam menolaknya. Ia tahu bahwa Tino adalah seorang pengusaha dan miliarder. Oleh karena itu, ia meminta agar Tino mau menjodohkan Abi dengan Vika.
Vika yang mengetahui bahwa dirinya akan dijodohkan dengan Abi, pewaris JJSG yang tampan itu pun segera menyetujui perjodohan itu dan dengan senang hati memutskan hubungannya dengan Harfandi. Harfandi hanyalah anak dari seorang wanita yang sehari-hari bekerja sebagai penjual nasi uduk dan ayahnya telah meninggal sejak Harfandi masih duduk di kelas dua Sekolah Dasar. Ayahnya dulu bekerja sebagai satpam sekolah dan tidak meninggalkan banyak warisan. Hanya rumah kecil yang masih berhasil dipertahankan oleh ibunya dengan berdagang kecil-kecilan. Untunglah mereka memiliki Harfandi, anak yang cerdas dan berprestasi, serta seringkali mendapatkan beasiswa hingga mendapatkan gelar Sarjana. Vika yakin Harfandi akan memiliki masa depan yang cerah, tetapi, tentu saja akan berbeda rasanya jika ia menikahi seorang pewaris perusahaan besar. Abi tidak perlu mati-matian bekerja keras hingga melupakan kesehatannya. Perusahaan yang diwariskan oleh kakeknya itu sudah sangat cukup memenuhi kebutuhan hidup mewahnya. Vika pun berkhayal seandainya ia benar-benar menikah dengan Abi, maka, ia dapat memiliki segala hal yang ia inginkan tanpa perlu bekerja keras ataupun menunggu suaminya itu mendapatkan gaji bulanannya. Ia dapat tinggal di rumah mewah, pergi ke mana pun dengan diantar oleh sopir dengan mobil keluaran terbaru, liburan keliling dunia, memiliki semua barang branded fashion, dan tentunya semua teman-temannya akan iri pada kehidupannya yang sempurna. Sayangnya, Vika tidak tahu bahwa Abi sangat mencintai kekasihnya, Melinda. Saat itu Vika berpikir bahwa nantinya Abi akan memutuskan hubungannya dengan Melinda, sama seperti dirinya yang dengan sukarela menyingkirkan Harfandi dari kehidupannya. Namun, nyatanya, Abi bersikap dingin padanya dan tetap menikahi Melinda. Mau tak mau, Vika harus menerima kekalahannya. Abi memang tidak mencintainya.
Vika yang patah hati karena cintanya, ... oh tidak, itu bukan cinta, tetapi obesesi. Vika yang patah hati karena obsesinya menjadi istri pewaris JJSG telah berakhir, memilih kembali pada mantan kekasihnya. Suatu malam di awal tahun 2014, Harfandi pulang larut malam karena saat itu ia sedang mengalami peak season, masa sibuk para auditor eksternal berhubung pada akhir Maret nanti mereka harus menerbitkan laporan hasil audit mereka atas laporan keuangan klien-klien mereka yang merupakan perusahaan-perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa saham. Namun, Vika tetap menunggunya. Saat Harfandi pulang ke rumah indekosnya, ia mendapati Vika tertidur di ruang tamu. Harfandi tidak peduli. Ia terus saja melangkah menuju kamar kosnya. Namun, ia menghentikan langkahnya saat membayangkan kemungkinan penghuni kos lain akan mengadukan pada pemilik kos bahwa tamu Harfandi menginap di rumah indekos itu tanpa izin. Ia pun segera kembali ke ruang tamu dan membangunkan Vika.
“Heh, bangun!” ujar Harfandi seraya menepuk lengan Vika dengan kasar. Vika pun terjaga dan mendapati Harfandi menatapnya dengan garang.
“Eh, ... kamu udah pulang,” ujar Vika seraya memperbaiki posisi duduknya.
“Pulang sana. Sudah jam 2 malam!”
“Apa?!” ujar Vika yang segera memeriksa jam tangannya karena tidak percaya bahwa waktu sudah mencapai tengah malam.
“Buruan pergi sana! Ngapain sih lo di sini?! Bikin gue susah aja!”
Vika bangkit dari sofa dan kini ia berhadapan dengan Harfandi. “H-har, ... a-aku mau minta maaf. Maafin aku, ya.”
“Pergi dari sini! Gue muak lihat muka lo!” Kali ini Harfandi serius dengan ucapannya. Sudah beberapa bulan itu Vika terus berusaha mendekatinya, tepatnya sejak Abi menikah dan membawa istrinya ke Amerika.
Harfandi pergi meninggalkan Vika tanpa mempedulikan hari sudah larut malam dan akan berbahaya bagi Vika berjalan pulang ke rumah indekosnya sendirian. Air mata Vika pun tampak mengalir. Dulu Harfandi sangat mempedulikannya, tetapi, sekarang pria itu menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.
Walaupun Harfandi tidak mempedulikan Vika, ia tetap memperhatikan langkah Vika melalui jendela kamar kosnya. Dari balik jendela, Harfandi mendapati Vika berpapasan dengan Danar, salah satu temannya di bangku kuliah yang juga berprofesi sebagai auditor di kantor kompetitor. Danar tampak memeluk Vika lalu membawa Vika entah ke mana dengan sepeda motornya. Kemungkinan besar Danar mengantarkan Vika pulang ke rumah indekos Vika karena sudah lama Harfandi mengetahui bahwa Danar diam-diam menyukai mantan kekasihnya itu.