Affandy Afica Surya Ningrat Nugraha

1128 Words
Usai menunaikan sholat ashar,akupun duduk diserambi mushola, "gak pulang dex,ntar kesorean.." tanya kak Rian mendapatiku hanya diam duduk diserambi tanpa ada tanda-tanda mau pulang "bentar lagi kak,kakak klo mau pulang duluan aja,aku masih nunggu temen" jawabku seadanya,toh aku juga gak berbohong menunggu seseorang ya anggep aja temen. "ya udah kakak duluan ya,assalamu'alaikum" "wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatu" jawabku, Satu persatu murid dan guru sudah pada pulang,aku melirik jam butut dilenganku bentar lagi jam 4,kenapa blm datang?atau jangan-jangan aku cuma dikerjain...ahhh bodohnya aku,kutekadkan untuk pulang saja tapi baru beberapa langkah kudengar suara motor masuk dari gerbang sekolah ah itu dia,kukira aku cuma dibohongi seakan menunggu seorang kekasih padahal baru tadi siang bertemu. Affandy pov aku terlambat,untung saja dia belum pulang,kuberhentikan motorku didepannya "hai...sorry terlambat,tadi ada insiden sedikit pulang sekolah!" kataku memberi alasan,kupandangi wajah lelahnya,tak sedikitpun tercetak senyuman diwajahnya,beda dengannya saat pagi tadi mungkin karna kesal menungguku.ya...aku melihatnya tadi pagi saat SMA kami diundang untuk pertandingan persahabatan tingkat SMA,dan timku mewakili sekolahan untuk menghadirinya.sampai dihalaman parkir sekolah ini udah banyak gadis yang memandangi kami,akupun sudah biasa dengan hal tersebut bahkan tak mau ambil pusing,kami langsung menuju lokasi pertandingan,tapi tiba tiba mataku menangkap sesosok gadis dengan balutan jilbab yang jarang kutemui disekolahanku,aku berpikir ada ya gadis sekarang mau berpakaian seperti itu.Pandanganku dia adalah gadis cupu dan culun yang ada di sekolah ini ternyata aku salah besar,dia salah satu dewan osis yang bertugas merekap pertandingan ini,itulah informasi dari temanku Rian,ketua osis SMA ini,mungkin karna dia tau sedari tadi aku memandangnya,bahkan Rian sempat memberi ultimatum untukku tidak macam macam dengannya.arinka gramasinta nama yang disebutkan Rian setelah beberapa kali kutanyakan padanya,katakanlah aku jatuh cinta pada pandangan pertama,ya mungkin itu terdengar bodoh tapi melihat senyuman dibalik kerudung putih itu membuatku terpesona,sehingga disetiap detik dari permainan ini aku seperti mendapat energi tambahan,anggap saja dia memberiku support meski kenyataanya dia hanya duduk diam sambil sesekali tangannya menuliskan sesuatu karna memang dia yang merekap pertandingan ini. "pulangnya aku antar aja ya..." kataku menawari "gak usah kak..." "Affandy afica surya ningrat nugraha,aku gak suka kamu lupa namaku" kataku sekali lagi mencoba mengulurkan tangan sebagai tanda perkenalan,dan kali ini dia menyambut uluran tanganku "arin,kakak juga udah tau namaku" jawabnya singkat "yukk, kuantar pulang daripada kesorean" "gak kak,aku bisa pulang sendiri, masih ada bis" "jangan menolak karna aku tidak suka penolakan"kataku menekan kata terakhir,sambil melangkah maju kucoba meraih lengannya kuajak duduk diserambi mushola"duduklah,aku gak akan macam macam kalau kamu nurut" dia seperti kelinci putih yang imut "mau kakak apa sebenernya,aku harus pulang,takut bapak ibu khawatir,aku juga gak terbiasa diantar pulang sama cowok,kumohon kakak mengerti,lagian ini pertama kali kita bertemu,aku belum kenal siapa kakak" "ralat,ini kedua kali pertemuan kita dan kamu juga udah kenal aku,barusan kita kenalan"jawabku santai "kak..." belum sempat dia protes kuangkat tanganku menyuruhnya tak berkata apapun"kuantar pulang atau kita disini sampe sore,ini juga udah sepi lho sekolahmu,gak takut cuma berdua denganku???" kulirik reaksinya mencoba berpikir "tapi jangan macam macam,..." "siap bosss..." kuletakkan telapak tanganku dijidat seperti orang hormat lalu kami menuju dimana kuparkirkan motorku. aku membelokkan motorku diwarung cepat saji saat kami melewati area pertokoan "kok berhenti disini kak?" tanyanya "makan dulu,aku laper,dari tadi siang belum makan," ucapku seraya melepas helm "kakak anterin dulu aku pulang nanti baru mampir makan" "aku gak suka makan sendiri lagian tadi aku udah bilang kan,aku gak suka penolakan" 'dasar egois' gumamnya tapi masih kudengar dan kutanggapi dengan senyuman Arinka pov deggggg...kupegangi jantungku yang serasa terkena serangan jantung,kuakui pesonanya terlalu tinggi, apalagi saat tersenyum seperti ini, seolah terkena sihir, akupun berjalan mengekorinya, dia menarikan kursi untukku"makasih" lidahku bahkan seperti mati rasa sulit berkata kata lagi "mau makan apa?" tanyanya karna melihatku hanya diam "terserah kakak" beberapa saat kemudian makanan kami tersaji dimeja,kamipun menikmatinya tanpa ada yang bersuara,sesekali kulirik dia yang selalu menatapku sehingga aku jadi salting sendiri, usai makan kami kembali melanjutkan perjalanan kerumahku, hari sudah mulai gelap apalagi cuaca sedang mendung,. Tepat sampai didepan rumah hujan turun deras sekali, aku langsung turun menghambur keteras begitupun dengan Afandy "udah pulang nak,untung aja pas sampe rumah,gak kehujanan,temenya diajak masuk dulu,pulang nanti kalau udah reda." kata ibu saat mebukakan pintu "iya bu," jawab ku "makasih bu, maaf kalau merepotkan.." Yang ini Afandy, bisa sopan juga sama orang tua, kataku dalam hati "apanya yang merepotkan, justru kami yang terima kasih karna kamu udah anterin anak gadis ibu pulang,coba kalau tadi naik bis jalanya kerumah pasti hujan hujanan dia, udah sini masuk,ibu buatin teh annget." "iya bu terima kasih." " duduk dulu kak, aku tinggal ganti baju dulu ya mau mandi sekalian." "iya" setelah mandi dan memaki baby dol kesayanganku tak lupa kupakai jilbab instan mengingat ada tamu dirumah,ku keluar menemui kak fandy. aku duduk sebelah kak fandy dengan memberi jarak tentunya. "mau sholat jama'ah di masjid nak?" tawar bapak yang sudah siap dengan sarung dan baju kokonya. "iya bapak,lagian hujan nya juga udah reda,habis maghriban nanti saya langsung pamit aja ya bu pak..." ucapnya seraya hendak berpamitan "iya,klo kemaleman nanti dicariin orang tua kamu." kata bapak "tadi saya udah kabari bunda klo pulang malem kok pak," "oww ywdh yukk kita berangkat" "saya pamit ya rin,sampe ketemu besok disekolahmu."aku hanya mengangguk "saya pamit bu,assalamu'alaikum." ucap kak fandy lalu mencium tangan ibu "wa'alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh." jawabku dan ibu bersama. Sepulang bapak dari masjid seperti biasa kita sekeluarga menikmati makan malam bersama "tumben pulang dianter cowok nduk?" kata bapak membuka percakapan, kudongakan kepala melihat bapak dan ibu bergantian, tersirat sedikit kekhawatiran disana, aku hanya tersenyum dan berkata " iya pak, kebetulan tadi kak fandy menawari mau anter pulang karna udah sore takut udah gak ada bis,tapi bapak ibu tenang aja, kita cuma temen kok,Arin tau apa yang harus didahulukan demi cita cita Arin," dengan mantap seolah tau apa yang mereka pikirkan "maafkan bapak ya nduk, seandainya saja kita punya motor, kamu gak akan susah kalau pulang kesorean" aku sedih mendengar penuturan bapak ku,"gak usah dipikirkan pak, gak setiap hari juga Arin pulang sore,ini karna lagi banyak kegiatan osis makanya pulang sore" "ya udah selesaiin dulu makannya," kata ibu menengahi,. malam ini aku tak bisa memejamkan mataku, ingatanku berputar kejadian dari tadi siang,. tak ada angin tak ada hujan tiba tiba datang suruh nungguin pulang sekolah,ngajakin kenalan hingga nganter pulang.kumiringka badanku ke kanan kiri beberapa kali tapi seolah bayanganya pun tak mau pergi please dech Arin apa yang kamu fikirin,fokus sama belajar jangan mikir cowok,ok kata hati ku selalu mengingatkan ketika aku terpesona pada sosok ketampanan, ya aku memang harus fokus, bukanya udah biasa dengan kak Rian n the gank yang selalu jadi pesona satu sekolahan, ku pakasakan mataku untuk terpejam karna besok akan lebih membutuhkan energi ekstra, tentu kak Fandy dan teman temanya akan lebih jadi sorotan karna pesona mereka dan aku tak mau ambil pusing karenanya, sebisa mungkin besok aku harus menjauhi mereka, itulah tekadku. good night Arinka moga besok harimu lebih indah kata ku sebelum memejamkan mata membaca do'a.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD