Sepulang sekolah Aurora menyambut kedatangan Roselyn dengan antusias. Mengambil alih tas Roselyn dan merapikan rambut Roselyn dengan lembut. "Mommy tidak nyangka kau akan menikah sebentar lagi."
Roselyn melongo.
Menikah apanya?
Siapa yang mau menikah?
"Ah, waktu memang cepat berlalu. Baru kemarin rasanya mommy melihatmu dan Jonathan bertengkar tapi sebentar lagi kau akan menikah. Kenapa kau tidak pernah bilang ke mommy kalau kau dekat dengan seseorang??"
Roselyn mengangkat tangan kanannya. "Tunggu bentar, mom."
Aurora mengangkat sebelah alisnya.
"Siapa yang akan menikah tadi?" Tanya Roselyn memastikan pendengarannya tidak bermasalah.
"Tentu saja kau, sayang. Kau akan menikah dengan Prince beberapa bulan lagi 'kan?"
Roselyn menjambak rambutnya frustasi. "Mommy kalau mau bercanda jangan masalah ini dong!! Mana mungkin aku menikah secepat ini!!"
"Mommy tidak bercanda. Ini real!! Kau akan menikah dengan Prince anak pengusaha terkaya di dunia itu 'kan?"
"AKU TIDAK MAU MENIKAH DENGANNYA!!"
"Kenapa sih? Dia kan tampan dan kaya. Hidupmu akan sangat terjamin jika menikah dengannya." Heran Aurora melihat penolakan anak sulungnya.
"Mommy ini aneh-aneh aja sih! Aku itu baru bertemu dengan Prince!! Aku tidak mau menikah dengannya!!"
"Sayangnya kau tidak punya kesempatan untuk menolak. Nanti malam orangtua Prince akan datang dan melamarmu secara resmi untuk anak mereka. Jangan lupa dandan yang cantik untuk nanti malam."
Roselyn segera berlari ke kamarnya daripada mendengar ocehan menyebalkan sang mommy tentang pernikahan.
Baginya, pernikahan adalah hal yang mustahil di lakukan sekarang mengingat usianya masih 17 tahun. Dia bahkan belum lulus SMA! Bagaimana mungkin dia menikah?! Dengan orang yang baru sekali bertemu pula!! Gila saja!!
Setiba di kamar Roselyn menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Membenamkan wajahnya ke bantal dan berteriak kencang di sana, melampiaskan kekesalan yang sudah tak terkira.
Prince sangat menyebalkan!!
Bagaimana mungkin pria satu itu benar-benar berniat melamarnya?!
Dia pikir tadi ucapan Prince hanya bercanda!!
Oh my God!!
Bagaimana ini?
Apa dia kabur saja??
Roselyn menjauhkan wajahnya dari bantal, mengatur nafasnya supaya lebih tenang. Getaran ponselnya membuat gadis cantik itu segera merogoh saku roknya.
Sebuah pesan dari nomor asing.
Tanpa pikir panjang, Roselyn segera membuka pesan tersebut.
Xx
Jangan mencoba kabur, honey. Kalau sampai saat aku dan keluargaku datang kau tidak ada, maka seluruh keluargamu akan habis ditanganku.
Aku tidak main-main!
Roselyn refleks melemparkan hp nya setelah membaca pesan menyebalkan itu.
Melihat sifat pria itu di sekolah tadi, Roselyn menjadi yakin kalau ancaman Prince tidak main-main.
Tentu saja dia tidak ingin keluarga tercintanya mati mengenaskan karena dirinya meski ia tahu kalau ilmu bela diri anggota keluarganya tidak main-main.
Baiklah, baiklah.
Roselyn akan mengikuti permainan Prince untuk sementara waktu.
Lagipula, tidak ada ruginya juga sih bersama Prince.
Pria itu tampan dan kaya.
Bisa dimanfaatkan lah nanti hoho.
Masalahnya, kenapa pria itu begitu ngotot melamarnya padahal mereka baru bertemu?
Apa karena kecantikannya yang tiada duanya?
Apa karena keimutannya yang tidak ada obatnya?
Atau, karena terobsesi?
****
Malam harinya, keluarga Prince benar-benar datang ke rumah mewah Roselyn.
Roselyn salah fokus ke daddy Prince yang tampak sangat tampan dan hot.
Daddy Prince benar-benar tidak ada bandingannya. Daddy Prince adalah pria terhot yang pernah ditemuinya.
Prince yang mulai sadar dengan objek tatapan Roselyn, melototi gadis itu kesal.
Bisa-bisanya Roselyn mengabaikannya dan memilih menatap daddynya.
Padahal kan dia yang ingin menikahi Roselyn bukan daddynya.
Roselyn menoleh polos ke arah Prince yang berdehem keras. Ketika melihat tatapan tajam pria itu, Roselyn malah mengangkat bahunya tidak peduli dan menyandarkan punggungnya ke sofa.
Kedua orangtua mereka mulai membahas masalah lamaran. Roselyn hanya diam sambil mengumpat di dalam hati.
Saat bertukar cincin dengan Prince, Roselyn melakukannya tidak semangat. Berbeda dengan Prince yang tampak sangat semangat.
Kedua orangtua mereka hanya terkekeh geli dan melanjutkan membahas kapan pertunangan akan diadakan.
Mommy Roselyn dan Prince begitu tidak sabaran dalam merencanakan acara pertunangan Roselyn.
Selama mereka berdiskusi, Prince mengambil kesempatan berduaan dengan Roselyn.
Pria tampan itu membawa Roselyn ke taman. Mereka berdua duduk di ayunan.
"Kenapa kau ingin mengikatku? Sementara kita saja baru bertemu tadi." Ungkap Roselyn tak tahan.
Prince menoleh ke arah Roselyn. Mengusap lembut pipi chubby Roselyn. "Karena aku mencintaimu."
Roselyn menjauhkan wajahnya dari jangkauan Prince dan menatap lurus ke depan. "Tidak mungkin! Kau tidak mungkin mencintaiku! Kita baru bertemu, Prince!!"
"Aku memang mencintaimu! Aku mencintaimu pada pandang pertama, honey. Aku tidak tahu kenapa aku bisa mencintaimu. Aku tidak tahu kenapa aku bisa ingin memilikimu. Aku tidak tahu kenapa aku takut kehilanganmu. Yang aku tahu, aku hanya ingin selalu bersamamu dan memilikimu untuk diriku sendiri."
Roselyn terkekeh geli. "Gila."
"Ya. Aku memang gila. Sebelumnya aku sudah gila dan kau semakin membuatku menggila." Balas Prince sembari terus menatap intens wajah cantik Roselyn.
"Bagaimana kehidupanmu sebelumnya? Apa kau pernah jatuh cinta?"
Bagaikan mendapatkan durian runtuh, Prince tersenyum lebar mendapati pertanyaan Roselyn. Dia menganggap Roselyn mulai menerima kehadirannya dan kepo dengan kisah hidupnya.
"Aku tidak pernah jatuh cinta. Aku juga tidak pernah dekat dengan perempuan. Kau adalah perempuan pertama yang membuat jantungku berdebar tidak karuan. Kau perempuan pertama yang membuatku merasakan perasaan takut kehilangan. Kau perempuan pertama yang ingin kumiliki seutuhnya." Jawab Prince tegas dan sungguh-sungguh. Ia mulai mendekat ke arah Roselyn dan memeluk gadis cantik itu erat. "Berikan aku kesempatan untuk membuktikan rasa cintaku padamu, honey."
-Tbc-