“Eungh.” Rhea melenguh pelan saat ia terbangun dari tidurnya. Saat ia membuka kedua matanya, wajah yang pertama kali ia lihat adalah wajah suaminya yang saat ini sedang tertidur di sebuah kursi lalu meletakkan kepalanya ke ranjang Rhea. Tangan yang terpasang selang infus terangkat dan ingin membelai wajah suaminya. Namun, gerakan tangannya terhenti saat Rhea teringat akan janji manis yang telah Ethan ucapkan kemarin. Ia masih ragu akan melanjutkan pernikahan mereka. Tapi, di satu sisi ia mulai menyukai Ethan. “Haruskah aku percaya dengan janji manis yang kau ucapkan kemarin? Benarkah kau benar-benar akan berubah dan menerimaku sepenuhnya?” batin Rhea masih menatap wajah suaminya yang tertidur. Di saat Rhea sedang melamun memikirkan janji manis yang diucapkan suaminya kemarin, tiba-ti

