Kini Rhea berada di rumah sakit sedang menjaga ayahnya. Sejak ia tiba di ruangan ayahnya, ia mencoba bersikap baik-baik saja, walau hatinya merasa tidak tenang dan nyaman. Mengingat pertengkaran yang terjadi di ruang makan pagi ini. Beberapa kali Rhea menghela napas mencoba untuk melupakan kemarahannya pada Ethan yang dengan tega mengatainya w************n. “Jika bukan karena aku butuh biaya rumah sakit ayah, aku mana mungkin mau kerja di klub malam itu,” batin Rhea masih merasa kesal. Karena terlalu memikirkan kejadian pagi tadi membuat Rhea tak bisa fokus menjaga ayahnya. saat ini ia sedang menyuapi ayahnya dengan sendok, namun bukannya mengarah ke mulut, malah sendok itu mengarah ke arah lain. “Rhea,” kata Pak Budiman mencoba menenangkan putrinya. Dari raut wajah putrinya ia curig

