26. Tidak Bermoral

1255 Words
Sudah begitu lama Lissa mengintai Norman. Akhirnya tiba saatnya di mana Norman ingin melakukan liburan tanpa melibatkan teman-temannya. Setelah kematian Joan, mereka jarang berkumpul di perpustakaan atau di kantin. Mereka paling hanya berkumpul dalam kerumunan dalam jumlah sedikit dan tidak lengkap. Hari ini Lissa mengenakan bikininya dan menutupi dengan jubah tipis yang akan terbuka ketika angin kencang menyapunya. Norman ada di pantai dan itu adalah hal yang bagus. Mungkin kali ini Lissa akan menenggelamkan Norman dan membuatnya seperti pria itu mengalami kecelakaan. Lissa berdiri agak jauh dari targetnya. Berharap Norman menyadari dan menghampirinya. Lissa bermain di tepi pantai dan berjalan-jalan. Ada Clara yang hanya berdiri mengamati Lissa yang sedang berakting riang, seperti bocah yang tidak pernah ke pantai sebelumnya. Itu tampak natural sekali. Bahkan Clara mengakui kalau Lissa begitu menggemaskan. Apakah selama ini dirinya tidak pernah menyadari jika tubuhnya begitu menarik? Jujur, Clara baru tahu kalau tubuhnya memang menarik. Parahnya ia sadar ketika dirinya menjadi arwah gentayangan. Clara sama sekali tidak menyesali soal takdir yang harus ia jalani. Tanpa sumbangsih Lissa, tubuh Clara tidak akan menjadi semakin menarik setiap harinya. Clara malah merasa kalau selama ini dirinya kurang memperhatikan tubuhnya. “Apa yang kau lihat?” Lissa berbisik ke arah Clara yang masih terpaku padanya. Biasanya Clara akan lebih aktif mengajaknya berbicara. Kali ini Clara lebih banyak diam dan melamun. Lissa tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Clara. Fisik mereka sudah sangat berbeda. Lissa masih manusia sedangkan Clara jelas tidak sama dengan dirinya. “Aku melihat dirimu, aku heran saja mengapa Norman tidak segera menghampirimu. Kau sudah cukup lama berdiri di sini.” “Biarkan saja. Dia sedang menikmati keindahan. Mungkin dia tidak mau begitu cepat untuk mendapatkanku. Beruntung kau cantik, sangat mudah membuat pria seperti Joan atau Norman untuk tertarik kepada tubuhmu.” Lissa membatin kalau dirinya sangat mirip dengan Clara dalam versi umur yang berbeda. “Aku malah merasa kalau diriku seperti wanita tidak bermoral.” Clara menyindir Lissa yang mengatakan kalau tubuhnya adalah aset berharga secara tidak langsung. “Mereka yang tidak bermoral.” “Ya. Kau benar.” Kali ini Clara setuju. Lissa membawa ember dan sekop. Gadis itu mulai menggali dan menemukan beberapa kerang kecil yang ia masukkan ke dalam embernya. Clara geleng-geleng kepala melihat raut wajah Lissa yang begitu bahagia. Lissa hanya menemukan kerang kecil, tapi dari wajahnya terlihat jelas kalau dia habis mendapatkan harta karun dari dalam pasir. Clara makin penasaran, apa benar Lissa belum pernah ke pantai sebelumnya? Lissa terlihat begitu senang dan itu terpancar dari wajah juga gerak-geriknya. Sebuah pemandangan yang sayang jika dilewatkan begitu saja. “Kau begitu memalukan.” Clara mencibir. “Aku menemukan banyak kerang.” Kata Lissa masih terpesona. “Itu hanya kerang, Lissa.” Clara mengingatkan. “Memang kenapa kalau hanya kerang?” Clara sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Benar saja selang beberapa menit Norman datang menghampiri dirinya yang masih menggali pasir di depannya dengan begitu bersemangat. “Hai.” Norman menyapa. Lissa menatap Norman dan terdiam seperti orang bodoh. Matanya yang besar dan pipinya yang sehalus porselen mahal membuat Norman terpana. Ternyata gadis itu semakin cantik ketika dirinya berada di jarak yang lebih dekat. Hidung kecilnya begitu mancung dan belum lama pria itu berada di dekat Lissa, Norman sudah ingin mencicipi rasa bibirnya yang terlihat menggoda. “Hai. Ada apa?” Lissa bertanya dalam raut kebingungannya. Clara yakin kalau Lissa benar-benar berbakat untuk menjadi aktris. Aktingnya begitu alami dan membuat Norman yakin kalau dirinya adalah seorang gadis yang polos dan sedikit bodoh. Clara yakin sekali jika Lissa pasti akan berhasil menghabisi Norman seperti temannya yang sudah meninggal di tangan Lissa. “Kau sedang apa?” Norman bertanya. “Aku mencari kerang. Lihat … aku mendapatkan banyak sekali.” Lissa tersenyum cerah sekali. Mau tidak mau Norman ikut tersenyum dan terpana dibuatnya. “Aku akan membantumu.” Norman menawarkan diri. “Jangan … nanti tanganmu akan kotor.” “Tidak apa-apa.” Norman teguh pada keinginannya dan Lissa sama sekali tidak bisa menolaknya. Lissa dan Norman menggali di beberapa tempat yang berbeda, masih di sekitar pantai. Mereka mengobrol dan tertawa. Norman langsung cocok dengan Lissa. Selain cantik, Lissa terlihat pintar dan mudah sekali membuat dirinya tertarik. Dari balik jubahnya, Norman bisa tahu kalau tubuh Lissa sangat bagus. Ia malah ingin sekali merobeknya dan menyentuh permukaan kulit Lissa yang masih tetap cantik, meskipun sudah terpanggang sinar matahari sejak tadi. Norman sudah mengamati Lissa sejak tadi, ia begitu mencolok di pantai yang sepi itu. Hanya ada beberapa orang yang sedang menikmati keindahan pantai. Sayang sekali bagi Norman jika harus melewatkan gadis secantik Lissa. Mungkin ia akan berfoto dengan Lissa untuk dijadikan alat yang bisa dipamerkan kepada teman-temannya yang tidak ia ajak berlibur. “Apa kau suka memancing?” Lissa semakin akrab dengan Norman. “Kadang-kadang.” “Tiba-tiba aku ingin sekali memancing. Akan sangat bagus jika kita menemukan perahu yang bisa disewa.” “Aku akan mendapatkannya untukmu.” Ucap Norman senang. Pikirannya adalah bagaimana membuat Lissa senang dan mau terus bersamanya selama dirinya berlibur di sana. “Waah … itu terdengar hebat. Liburanku menjadi semakin mengasyikkan.” “Kau suka dengan pantai?” “Aku suka. Aku sudah lama sekali tidak ke pantai. Mungkin sudah tiga tahun. Saat aku kemari kali ini aku merasa begitu senang.” Lissa mengatakan kebenaran. Memang sudah lama sekali dia tidak pergi ke pantai. Terlalu banyak misi yang harus ia selesaikan dan itu membuatnya harus terus bekerja tanpa bisa bersenang-senang. “Aku bisa mengajakmu ke beberapa tempat yang bagus di sekitar sini.” Norman menawarkan diri untuk menjadi pemandu wisata Lissa. “Itu terdengar bagus sekali.” “Kau hanya perlu mengikutiku dan aku akan menunjukkan seperti apa keindahan yang ada di pantai. Clara, kau harus percaya padaku. Liburanmu kali ini akan sangat berkesan.” “Aku sudah merasa puas saat aku tahu ada kau yang mau menemaniku. Aku seperti menemukan teman yang bisa diajak melakukan banyak hal yang menyenangkan. Ini luar biasa sekali.” “Apa kau tinggal di sekitar sini?” “Aku menginap di hotel itu?” Lissa menunjuk sebuah hotel dan Norman langsung tahu. “Aku juga menginap di sana.” “Benarkah? Kita bisa makan malam bersama.” “Aku tidak keberatan.” Norman langsung setuju. “Ayo, kita mencari kapal kecil yang bisa digunakan.” “Kapal boat bisa juga. Kita bisa berjalan-jalan di tengah laut. Akan sangat bagus ketika kita mengendarai dengan kecepatan tinggi. Aku sudah ingin merasakan bagaimana rasanya terbang di pantai.” Lissa menyampaikan gagasannya. Norman terlihat setuju. Norman segera menemukan tempat persewaan kapal. Lissa tidak ikut, karena dia sibuk mencari beberapa makanan dan minuman yang akan dia bawa. Setelah semuanya siap, Norman langsung mencari Lissa yang sudah menghampirinya dengan perlengkapan yang akan mereka butuhkan. Sepertinya Lissa sudah menemukan alat memancing. Norman tidak percaya jika Lissa hanya membawa satu pancing. “Kau ingin memancing sendirian?” “Oh, aku hanya mendapat satu. Kau saja yang memancing. Aku akan menjadi asistenmu.” Lissa tersenyum konyol. “Oke, tidak masalah. Clara, aku akan mengajarimu memancing.” “Itu luar biasa.” Norman begitu lihai dan langsung membawa Lissa ke tengah laut menggunakan boat yang berhasil ia sewa. Ombak begitu bersahabat, meskipun cuaca agak panas. Lissa sudah melepas jubahnya dan hanya menyisakan bikini warna putih yang membuat Norman tersenyum. Gadis itu terlihat bagus mengenakannya dan itu membuat perasaannya senang bukan kepalang. Setelah sampai di tengah lautan, mereka menyiapkan diri untuk memancing. Kail sudah dilepas dan mereka kini tengah terombang-ambing di perairan. Berbagai obrolan menjadi teman mereka. Norman merasa senang, gadis yang ia kenal bernama Clara itu begitu manis dan baik.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD