Wanda merasa sesuatu yang berat menimpa tubuhnya. Saat ia terbangun, ia pun sadar dengan benda apa yang kini ada di perutnya. Benda itu melingkar, memeluknya dengan posesif menciptakan suasana geli sekaligus hangat. Rasanya, Wanda seperti baru saja terbangun dari tidur panjangnya. Bedanya, kali ini tubuhnya terasa seperti remuk redam. Wanda menjauhkan tangan itu dari perutnya kemudian bergeser menjauh. Namun, tanpa ia duga tanga yang memeluknya itu kembali mendekat dan membawanya ke dalam dekapan hangat itu lagi. "Dav," ujar Wanda frustrasi. Kesadarannya telah pulih. Ia pun tahu jika lelaki yang kini sedang memeluknya itu adalah Davin. Davin memilih abai seolah ia tidak mendengar rengekan Wanda. Lelaki itu tetap kekeh mempertahankan Wanda di pelukannya. Wanda melihat ke dalam selim

