Kabar Pahit

1162 Words

Rian pulang larut sekali, menahan Axel lama berada di ruang tamu. Sesekali Axel melihat ke arah jam dinding, berharap Rian mengerti dan segera pulang. Tapi, entah apa yang terjadi pada Rian. Ia seolah anteng saja dan pura-pura tidak tahu. Setelah Rian pulang. Axel membantingkan tubuhnya ke atas sofa. Anak itu menjengkelkan sekali. Axel tak bisa berbuat banyak apalagi mengusirnya. Semua karena Nin, hati Nin sudah kadung tercuri dan Rian tak tahu diri. Axel meringis. Hati Axel diserbu rasa resah, bila dia ingat kembali. Kabar terakhir yang didengarnya tentang waktu percepatan pernikahan Bimo dan Ira. Seharusnya, sesuai teori dia bahagia. Hatinya tak bisa bohong, Axel merasa tersiksa. Teringat lagi percakapannya dengan Ayah Daniel di beranda beberapa hari yang lalu. "Xel, sepertinya o

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD