Sesuai dengan permintaan Alyssa, setelah empat puluh hari masa nifasnya ia ingin menjenguk Fano yang ada di penjara. Rio senantiasa mengantarkan wanita itu meksipun hatinya mengatakan tidak. Entahlah, Rio egonya sedikit terusik sebenarnya. Tapi ia harus terlihat baik baik saja demi Alyssa. "Pergi sekarang?". Alyssa mengangguk. Senyum diwajahnya terpatri dengan jelas seperti perempuan yang hendak bertemu dengan pujaan hatinya. Lagi, ego Rio terusik tak suka. Perlahan Rio menghela nafas sejenak. Ia harus bisa, ia sudah menang selama ini. Alyssa adalah miliknya, tidak Fano ataupun Zaki yang mendapatkan wanita cantik itu. Didalam mobil hanya suara radio yang diperkecil volumenya. Mereka tidak membawa Rayyan karena masih terlalu dini untuk keluar rumah. Bayi kecil itu ditingga

