52

995 Words

* "Kudengar kini, kau sudah menerima pernikahan Alvin dan Mona?" tanya Ibuku saat aku mengunjunginya. Kutemukan dia di ruang makan sedang menikmati sarapan. Kuucapkan selamat pagi, lalu bergabung dengannya, duduk di sebelahnya. "Siapa yang bilang begitu?" tanyaku sambil mengesap teh. "Alvin. Kenapa kau bodoh sekali, apakah kau sudah menyerah?" "Tidak Bu, aku sengaja mengulur mereka agar mereka bahagia sebentar, setelah itu baru kusiapkan kejutan." "Kau berkata seperti itu seakan-akan akan ada bom waktu yang akan meledak kencang?" jawaban ibu terdengar sinis, dan mengejek diriku. "Aku sedang merakitnya," jawabku tertawa. "Ada ada saja," desisnya, "... Ibu tidak suka jika anak ibu dibodoh-bodohi dan dipermalukan. Kau masih punya harga diri, hei!" "Mendengar Ibu mengatakan itu a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD