86

1031 Words

Pukul 04.00 sore suamiku kembali dari rumah istri barunya, Dia terlihat melepaskan sepatu dengan kasar dan langsung pergi ke dapur untuk meneguk air dengan kencang. Tanpa bicara sedikitpun padaku yang sedang duduk di ruang tv, dia lantas duduk di kursi bar mini dan terdiam sambil memijit di keningnya sendiri. "Ada apa Mas?" "Ah, aku bisa gila...." ucap sambil meneguk minum lagi. "Ada apa?" "Aku bertengkar dengannya." "Jalan fokus dengannya aku hanya penasaran tentang Gibran." "Gibran baik-baik saja aku sudah menitipkan uang kepada asisten rumah tangga agar dia bisa menyampaikannya kepada filsa dan mengaturnya dengan baik." "Kenapa pada asisten?" "Sebenarnya beberapa hari terakhir dia terus menekanku dengan uang belanja meski sudah kuberikan ia selalu bilang kurang dan memberi alas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD