54

1010 Words

"Fatimah, kembalilah ke kamarmu Bunda ingin bicara dengan tante Filza!" Suruhku pada Fatimah, putriku mengangguk dan beranjak keluar. "Bicara apa?" tanya Filza penasaran. "Ini penting." "Baiklah, katakan," ucapnya sambil melipat tangan di d**a. "Ehm, begini Filza. Aku ingin kau jujur, sebenarnya apa kau tahu sesuatu tentang hal yang terjadi padaku?" "Apa maksud Mbak?" "Sudahlah lupakan saja, kalau memang kau tidak tahu apa apa. Aku hanya penasaran Siapa yang tega melakukan ini padaku padahal selama hidupku aku tidak pernah punya musuh. Aku bersumpah siapapun yang sudah melakukannya ... jika aku sampai tahu maka aku akan membuatnya sangat menderita," ucapku geram. Filsa yang terlihat merasa tersinggung hanya tertawa gugup sambil kembali mengangsurkan nampan makanan ke arahku. "Makan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD