"Jadi benar istrimu adalah pelakunya?" "Dia mengaku khilaf dan kebutaan hati serta kekeliruannya yang membawa dia seperti itu. Dia benar-benar takut dan gemetar juga minta ampun dan berharap kau mau memaafkannya." Mendengar ucapan Mas Albi Aku hanya bisa menarik nafas dalam lalu mengucapkan istighfar. Kucoba untuk menenangkan diri dan mencari solusinya sembari terus berdoa apa yang terbaik. "Begini saja, bawa dia kemari kalau dia memang ingin minta maaf." Mas Albi langsung diam mendengar ucapanku. "Kalau tidak mau, maka aku tetap akan menuntut janjimu!" "Aku hanya khawatir bukannya akan saling memaafkan kalian malah akan bertengkar," jawab Mas Albi. "Bawa saja dia kemari, sisanya biar aku yang tentukan. Bukankah orang bersalah harus dihukum?" "Tolonglah, Aini dia masih terlalu muda

