Sepertinya, wanita itu juga paham, bahwa jika dia datang ke rumah maka itu akan membuat Mas Albi marah dan memantik masalah besar. Terbukti, dia belum kunjung datang juga. Sementara itu, kulirik suamiku yang sudah lelap di sampingku. Seusai merajut kasih dan mengobati kerinduan kami, dia langsung terlelap dalam lelah dan tidur yang dalam. "Baguslah, jika wanita itu tidak datang, aku bisa beristirahat dengan tenang dan tidur nyenyak." Kurebahkan kepala di atas lengan Mas Albi, kutidurkan dir dalam pelukan orang yang sudah lama aku rindukan dan mendamba bahwa pelukan itu tak akan pernah lepas selamanya. Menyadari bahwa aku memeluknya suamiku tersenyum lalu membalas pelukanku dengan penuh kasih sayang. ** Kicau burung dari dahan pohon membangun kami. Usai mandi dan salat subuh tadi, ak

