105

1085 Words

Kini balita itu dalam buaian tanganku, dia merasa nyaman dan tertidur pulas dengan wajah lucu. Ada rasa iba dan kasih sayang yang timbul dalam hatiku saat menatao bocah itu, mungkin naluri seorang ibu yang ingin melindungi dan menyayangi anak mereka, itu secara alami datang padaku. Dengan langkah pelan kubawa ia masuk ke kamar lalu meletakkan ia di tempat tidur dengan nyaman. Perlahan kututup pintu, agar dia tidak menyadari dan tetap terbuai mimpi dengan pulasnya. Kuhubungi suaniku yang masih di kantornya lalu memberi tahu bahwa Gibran ada bersama kami saat ini. "Benarkah?" "Iya, Gibran di sini. Dia tertidur di kamar kita." "Aku kaget filza menyerahkannya padamu," ucap Mas Albi. "Boleh jadi jebakan, dia akan membuat skenario bahwa anakmu tersakiti olehku, atau apa saja itu, aku khaw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD