20

1076 Words

"Um, mari kita pulang saja," ucap Mas Albi padaku sambil menarik tangan ini. "Mas ... Masa kau mau pulang dengannya meninggalkan aku sendirian? Akunkagi ga enak badan, Mas." "Aku cuma mau nganterin Ummu Fatimah pulang," jawab Mas Albi sambil menghela napas. "Selalu Ummu Fatimah dan Ummu Fatimah lagi, dia selalu jad prioritas, kamu Mas." "Kalian sama saja!" "Tidak sama," ucap wanita dengan aksi mulai menangis dan mengumbar air mata buaya. Aku yang benci melihatnya hanya bisa berdecut dan menggumam 'dasar wanita lebay'. "Dengar ... Aku akan mengantarnya pulang dan kembali lagi ke sini," ucap Mas Albi membujuk. "Tidak bisa! Hari ini akan kau habiskan bersama kamu sampai tiga hari ke depan," ujarku menyela. "Ya Allah, kau menyusahkan sekali, Mbak." "Aku tidak menyusahkan, tapi, ini s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD