#22

1271 Words
Pelan-pelan Keanu membuka pintu kamar yang ditempati Kayla dan menemukan mbak Ika yang menoleh padanya sambil tersenyum, lalu bangun dan mempersilakan Keanu mendekati Kayla tanpa bersuara. Keanu melangkah mendekati istrinya, melihat wajah pucat dan lemas serta selang infus yang menyambung di punggung tangan istrinya. Mbak Ika pamit ke luar, Keanu mengangguk dan menyentuh perlahan wajah pucat Kayla. Mata Kayla perlahan terbuka dan menatap wajah Keanu dengan ekspresi datar. "Kamu bener-bener nggak peka Keanu, tiga hari lalu saat kamu menemaniku,  aku sudah lemas, males makan juga, tapi kamu nggak merasakan perubahan itu," ujar Kayla pelan lalu memejamkan matanya. Keanu menciumi kening Kayla, mengelus pipinya perlahan dan mata Keanu berkaca-kaca. "Maafkan aku kalau aku nggak tahu harus ngapain,  aku tahu kalau kamu lemes dan males makan,  makanya aku beliin kamu makanan saat itu,  tapi nggak kamu sentuh,  aku jadi nggak tahu mau ngapain lagi sayang," sahut Keanu masih membelai pipi Kayla. "Kamu nggak tanya aku pengen apa,  main beliin aja,  bumil kan maunya aneh-aneh," ujar Kayla lagi. "Mana aku tahu kalau kamu hamil waktu itu Kay, aku beliin makanan yang biasanya kamu sukai, maafkan aku kalau aku selalu salah," suara Keanu terdengar memelas. "Kamu pasti mau nyembunyiin kalau kamu hamil kan,  seandainya kamu nggak pingsan dan mbak Ika nggak nelpon aku,  pasti aku tetep nggak tahu kalau kamu hamil," Keanu menatap Kayla yang masih saja memejamkan mata. "Kamu marah Kay?" tanya Keanu mulai mengelus perut Kayla yang masih rata. Kayla diam saja. "Sayaaang,  bilang sama mamamu,  papa nggak tahu harus ngapain biar dia nggak marah lagi,  papa sayang sama kalian, papa pengen kalian sehat," Keanu memandang wajah Kayla yang perlahan membuka matanya,  menatap Keanu dengan tatapan sedih dan hampir menangis. "Peluk aku Kean,  aku kangen mama,  alangkah bahagianya mama jika saja dia ada dan tahu aku hamil," Kayla merasakan dekapan hangat Keanu,  meski ia harus berhati-hati dengan infus yang masih terpasang. Tiba-tiba pintu terbuka dan terdengar suara rame oma Yasmin dan nenek Tita. "Cucuku sayaaang,  alhamdulillah kamu hamil." "Kok nangis sayang?" tanya nenek Tita saat melihat air mata Kayla, sesaat setelah Keanu melepas pelukan istrinya. "Kay kangen mama," ujar Keanu pelan. Oma Yasmin memeluk cucunya, menciumi keningnya. "Oma juga sering kangen pada mamanu sayang,  hanya oma tidak pernah menampakkan itu, oma harus lebih kuat dari kamu." **** Sejak Kayla hamil,  otomatis toko bunga dan cafe diserahkan pada mbak Ika untuk sementara,  Kayla kembali bersama oma Yasmin untuk memudahkan pengawasan,  mengingat Kayla jadi sulit makan. **** "Titip roti ini untuk Kayla, Keanu,  ini buatan mamaku,  dulu waktu di Brisbane,  tiap ke rumah Kayla selalu menghabiskan lebih dari dua roti kalau mama pas bikin roti ini,  roti rumahan aja, cuman roti isi pasta coklat,  tapi entah kenapa Kayla sangat suka, kali aja dia mau makan roti itu, katamu kan dia jadi sulit makan sejak hamil," ujar Bhaskara. Keanu menatap Bhaskara dan kotak kue bergantian. "Jangan punya pikiran macam-macam, kami hanya berteman, dia dekat sebagai sahabat denganku,  Kay kenal baik sama papa mamaku,  meski mama sempat sangat berharap Kay jadi menantunya tapi Kay nggak mau sama aku," Bhaskara tertawa kecil dan menepuk pundak Keanu yang mulai tersenyum. "Lalu mengapa sampai sekarang kamu nggak mencoba dekat dengan seseorang?" tanya Keanu. "Bukan nggak nyoba Kean, aku malah beberapa kali dijodohkan sama anak sahabat mama, sama anak relasi bisnis papa,  nggak tahu kenapa kok belum nemu yang pas aja," saut Bhaskara. "Nyari yang sama kayak Kay ya nggak akan nemu Bhas," ujar Keanu menatap Bhaskara yang tiba-tiba tertawa dengan keras. "Ah bukan begitu Kean, sebelum dengn Kay,  aku pernah menjalani hubungan serius, sangat serius tapi ternyata jalannya sulit karena kami beda keyakinan, mau kami paksakan kayak gimana tetep nggak ada jalan karena kami sama-sama tidak mau mengalah meski kami saling mencintai, akhirnya setelah tiga tahun, kami,  aku dan dia harus saling melepas,  melupakan, meski sakit Kean, lalu bertemu Kay, kok ya sama keyakinan kami berbeda, hanya bedanya Kay nggak punya perasaan apa-apa padaku,  meski kami ke sana ke mari bersama, sementara aku mati-matian membunuh perasaan yang timbul ke dia, dia bilang bahwa aku tidak lebih dari sahabat, dan dia selalu menyebut nama Keanu,  yang menurut Kay sahabat yang mampu memporak-porandakan hatinya, ternyata jika padamu dia tidak konsisten Kean,  dia bisa jatuh cinta padamu," Bhaskara tersenyum lebar mengakhiri cerita panjang lebarnya. **** Saat istirahat siang Keanu pulang untuk mengantar roti dari Bhaskara. Ternyata benar,  Kayla menghabiskan tiga potong roti sekali makan. "Enak?" tanya Keanu dan Kayla mengangguk. "Jadi ingat di Brisbane dulu,  tante Ana selalu bikin roti ini kalau aku main ke rumahnya," sahut Kay menghabiskan gigitan terakhirnya. "Tante Ana,  siapa dia?" tanya Keanu mencoba mencicipi roti yang diberi oleh Bhaskara. "Mamanya Bhas, aku diajari cara bikinnya, cuman nggak bisa-bisa,  takut yang mau nyoba,  takut nggak jadi roti malah jadi batu," dan Keanu terkekeh mendengar ucapan istrinya. "Itu emang dari mamanya Bhas," sahut Keanu dan mata Kayla terbelalak. "Pasti kamu cerita sama Bhas ya kalau aku hamil dan sulit makan, soalnya dulu waktu kuliah kalau aku males makan biasanya tante Ana langsung bikinin roti itu dan dikasikan ke aku,  gara-gara pernah main ke tumah Bhas, aku ngabisin lima roti coklat bikinan tante Ana sekali makan," ujar Kayla dan Keanu hanya bisa geleng-geleng kepala. "Untung nggak dijadikan menantu," ujar Keanu tertawa pelan. "Nggak,  aku nggak mau, Bhas sudah kayak sodara," ujar Kayla sambil mengelus perutnya. "Aku lelah Kean,  mau ke kamar aja,  kenyang juga jadinya ngantuk," ujar Kayla yang beranjak ke kamarnya diikuti langkah suaminya. **** Kayla merebahkan badannya, diikuti oleh Keanu yang mulai berbaring menyamping sambil menatap mata istrinya yang mulai tertutup. "Kamu kok malah ikut berbaring Kean,  nggak balik ke kantor?" tabya Kayla. "Iya bentar lagi, masih kangen sama kamu Kay," ujar Keanu samnil menciumi kening Kayla. "Aku ngantuk Kean," Kayla bergumam. "Tidurlah aku akan menemaimu, sampai kamu tidur," sahut Keanu sambil menatap istrinya yang terlihat gelisah. "Nggak enak banget hamil Kean,  jadi mual,  lemes," ujar Kayla lagi. "Ssstttt tidurlah," Keanu mengelus perut Kayla dan Kayla mulai tidur. **** Keanu kaget saat sampai di ruang tamu ada Bhaskara yang sedang berbincang dengan oma Yasmin. "Ada perlu apa Bhas?" tanya Keanu. "Nggak ada cuman nengokin Kay aja," jawab Bhaskara. "Dia tidur,  baru aja aku temani dia sampe tertidur," sahut Keanu sambil mematap Bhaskara tanpa senyum. **** "Aku cuman nengokin dia sebagai sahabat karena aku dengar Kay sampai masuk rumah sakit," ujar Bhas saat dirinya dan Keanu tinggal berdua. "Kau sepertinya selalu kawatir aku akan mencurinya darimu Keanu, aku cukup tahu diri, kami beda keyakinan, itu sangat aku sadari, dan lagi Kay tidak mencintaiku,  dia sudah jadi istrimu, hamil pula saat ini,  lalu apa yang kamu khawatirkan pada jomblo macam aku ini?" tanya Bhaskara menahan senyumnya. "Entahlah Bhas,  kehilangan dia sepuluh tahun membuatku selalu saja kawatir pada apapun,  aku tidak mau terpisah darinya lagi Bhas," ucap Keanu pelan. "Tapi bukan berarti semua orang kamu curigai sayang ?" tiba-tiba Kay muncul. Keanu dan Bhaskara kaget. "Sudah bangun sayang?" tanya Keanu tersenyum menatap wajah Kayla yang terlihat capek. "Mumpung kalian berdua di sini, dengerin ya sayang, aku dan Bhas sudah seperti saudara, kami enam tahun berkuliah di tempat yang sama,ke sana ke mari berdua, bahkan kadang aku yang mencomblangi dia dengan beberapa cewek cuman dianya nggak pernah mau, jadi aku nggak mau kamu punya pikiran jelek pada Bhas,  kalopun suatu saat kamu lihat aku akrab dengan Bhas, aku harap kamu nggak cemburu, dia yang menemaniku di awal-awal penyesuaian aku jauh dari kamu, bahkan dia rela dan diam saja jika tiba-tiba aku panggil dia Keanu," Kayla memegang tangan Keanu. "Aku mencintaimu,  apa itu nggak cukup bagi kamu untuk percaya sama aku Kean?" tanya Kayla dengan tatapan lelah, dan Keanu merengkuh kepala Kayla ke dadanya, Bhaskara hanya menatap pemandangan di depannya dengan hati perih. ****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD