Cassandra menyesap jus jeruk dengan perasaan bahagia karena Al datang kesini. “Dia pasti merindukan tubuhku.” Terkanya dengan sangat percaya diri. Deemi menatapnya heran. Kenapa ada jenis orang seperti Cassandra? “Jangan terlalu bahagia, Cassandra. Realistislah.” Kata Deemi mengingatkan. “Aku terlalu senang karena Al datang kemari sepagi ini.” Cassandra merapikan rambutnya yang memang sudah rapi. “Kamu sebenarnya sangat cantik, tapi kenapa kamu bodoh?” pertanyaan dari Deemi ditanggapi tatapan sinis oleh Cassandra. “Apa? Bodoh? Kita lihat saja nanti Deemi, siapa yang bodoh.” Deemi memandangi punggung kurus Cassandra. “Anak itu kapan sadarnya?” gerutunya sebal sendiri pada tingkah Cassandra. “Sayan

