Saat Zanara sedang mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk piknik bersama Shienna, Jamie, dan Aaron, ponselnya berdering. Sebuah nomor tak dikenal tertera di sana. Jangankan nama, tak ada deretan angka yang muncul di layar benda pipihnya itu. Tanpa menghentikan aktifitas, Zanara menerima panggilan dan mengapit ponsel di antara telinga dan pundak, sementara kedua tangannya tetap sibuk berbenah. "Apakah kau merasa sudah menang dengan mendapatkan perhatian dari pria posesif itu? Aku tahu apa saja yang ia lakukan di balik punggungmu, jadi jangan senang dulu, wanita murahan." "Halo, siapa ini? Apa yang kau bicarakan? A-aku tidak-" "Tidak perlu kau mengerti dan aku tidak memiliki kewajiban untuk menjelaskannya. Yang pasti, kau akan hancur saat nanti kau tahu bahwa kekasih posesifmu

