Zanara menatap cincin yang masih melingkar di jari manisnya. Bertanya dalam hati, apakah Mark sempat memerhatikan benda itu? Jika Mark melihat, mengapa ia tak bertanya sama sekali? Tapi, tunggu! Mengapa dirinya harus mencemaskan hal ini? Bukankah Mark hanya sebagai pelabuhan sesaat atau sekedar pelarian? Jadi tak perlu memikirkan bagaimana perasaan atau reaksinya. Apa pun itu, tak akan mengubah apa yang terjadi. Gadis itu mendesah lelah. Membayangkan jatuh cinta dan harus mengenali kembali, berarti mengulang segalanya dari awal. Gabriel yang demikian potensial dan telah ia jenal sekian lama sekali pun tak membuat hatinya berbelok meski dalam keadaan patah hati. Namun, Mark ... hanya beberapa kali pertemuan serta kejutan darinya, dengan mudah merebut perhatian Zanara. Padahal ia belum m

