Emptyness

1137 Words

Mark masih tepekur di depan pintu apartemen Zanara yang tertutup. Ternyata membutuhkan kekuatan dan keberanian yang tidak main-main untuk membujuk gadis itu kembali setelah mematahkan hatinya. "Tuan, apa anda mau saya yang mengetuk?" tanya John, tak sabar melihat Mark hanya memandangi apa yang ada di hadapannya. Mark menjawab dengan gelengan mantap. Ia memang sedang mengumpulkan nyali saat ini, sekaligus kalimat sakti yang mungkin bisa membawa Zanara ke dalam pelukannya lagi. Karena ia bukan gadis biasa, maka untuk memilikinya pun bukan hal yang mudah. Itu yang dirasakan oleh Mark. Tok ... Tok ... Tok ...! Pada akhirnya ia memberanikan diri, setelah bergelut dengan batin dan pikirannya. Jika bukan hari ini, lalu kapan? Tak berapa lama terdengar langkah mendekat, seiring degup jantung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD