Jealousy

1440 Words

Mark tepekur sendiri dalam kamar. Menatap langit-langit yang kosong, berharap tergambar sebentuk wajah di sana agar dapat ia pandangi semalaman. Namun, tetap saja hanya atap putih tanpa warna, terlebih tanpa gambar wajah Zanara. Ia membalik tubuh ke kanan dan ke kiri, tak mampu terpejam. Semakin dekat dengan gadis itu, ia semakin tak mampu mengendalikan diri. Ia seakan ingin membari pelajaran setiap kali ada yang memandang ke arah gadis itu. Ia tak rela Zanara-nya dipandangi oleh pria lain, terlebih dengan tatapan penuh kekaguman. Ia mengusap kasar wajahnya kemudian bangkit dan berjalan menuju ke pintu, ingin memastikan tak ada seorang pun yang mendekat ke kamar gadis itu. Sungguh Zanara bagai candu bagi Mark. Pesona Zanara telah memengaruhinya. Selain itu, rasa obsesi yang terus membay

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD