Zanara tersadar, dan menemukan Mark tertidur dengan kepala bersandar pada sisi ranjang. Ia hanya memandangi pria itu, bergeming, tak tahu apa yang harus ia perbuat pada kekasihnya. Ia tentu belum lupa pesan berisikan foto Mark bersama Shienna, yang telah memporak-porandakan suasana hatinya. Dan harus bertemu dengan pria yang telah mengkhianatinya, bukan hal yang ia inginkan saat ini. Mark melenguh, tak lama kemudian terbangun dan tampak bahagia ketika melihat kekasihnya telah membuka mata. Ia menatap mata Zanara, berusaha mencari jawaban atas segala pertanyaan dalam benaknya. Baik Mark maupun Zanara sama-sama menyimpan gejolak dan tanya yang tak hanya membutuhkan jawaban, melainkan juga pembuktian. Dan keduanya memiliki itu semua, hanya saja tak ada seorang pun yang berniat untuk memulai

