“Orion, ada kakek yang ingin bertemu denganmu,” ujar Pram yang saat itu masih berada di sisi Orion untuk menggantikan Aurora yang tidak masuk. Pria itu pun menoleh sebentar kepada bawahannya itu. “Siapa?” tanyanya. “Kakek.” Pria itu pun mengangguk dan meminta Pram mempersilakan sang kakek untuk masuk. Tak lama kemudian pintu terbuka dan menapilkan pria paruh baya yang umurnya sudah lebih dari setengah abad. Walaupun begitu, tubuh sang kakek tetap terlihat bugar mengingat beliau rutin untuk berolahraga. “Kamu sedang sibuk, Nak?” tanya pria paruh baya itu yang duduk tepat di depan sang cucu. Orion pun mmbereskan sedikit berkas-berkas di atas mejanya yang sedikit menumpuk. Pekerjaan saat ini tidak bisa dibilang sedikit karena memang ada banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan. Namun,

