sepulang sekolah mereka langsung pulang untuk mengganti baju
"Li baju apa yang cocok buat latihan Muay Thai?" tanya Nana pada Liana . Nana memang tinggal di rumah Liana karna, hanya Liana yang dia kenal di kota itu.orang tua nya berada di kota yang berbeda dengan nya.
"gw sih mending pakai baju kaos"
jawab Liana
"gw pinjam punya lo yah , punya gw pada basah semua" pinta Nana
"is kebiasaan, yah udah tuh pilih aja" jawab Liana
"makasih besty"
**
kring kring
suara telpon berdering tertera nama Oma di sana
"hallo" sapa Alya pada Oma
"al hari ini Oma mungkin pulang nya agak kemaleman, kamu gak papa kan sendirian?"
"iya Oma GK papa"
" udah dulu yah Oma Alya mau latihan"
"oke"
telpon pun di matikan
dia melihat aplikasi w******p nya dia mencari kontak Liana yang di simpan oleh Liana siang tadi. dia tersenyum kecil saat melihat nama kontak di layar hp nya itu (Liana imutttt?) lalu dia mengirim pesan pada nya.
[********-, gw tunggu] send Lia-
[ oke , tunggu kita yah? ]
dia langsung mendapat balesan dari Liana
**
"hai ni" sapa Nana saat sampai di rumah Aini
" hai" bales Aini
"owh iya, Tante di mana?" tanya Liana
"ibu didalam" jawab nya
"eh Liana, ni kenapa gak di suruh duduk?" tanya ibu Aini(Rosa)
"nggak Tante, kita cuma mau izin bawa anak Tante jalan jalan, boleh kan Tante?"
tanya Liana
"boleh, tentu aja boleh. tapi, jangan buat anak Tante sedih yah!" pinta ibu Aini
"ibu!" sebut Aini
"tenang aja Tante, kita akan jagain anak Tante dan buat dia bahagia selalu" ucap Nana
"yah udah kita pamit yah Bu" ucap Aini sambil mencium punggung tangan ibu nya dan bergan Tian dengan teman² nya
"kita pergi dulu yah Tante..."
" iya hati hati"
mereka pun berangkat kerumah alya
" yah Allah semoga anak ku tetap ceria seperti sekarang" doa ibu nya Aini
Rosa adalah ibu yang baik, yang membuat Aini menjadi gadis yang pendiam adalah ayah nya. karna, ayah nya adalah seorang lelaki yang suka nyakitin ibu nya dan dirinya, bahkan kakak perempuan nya pun meninggal karna ayah nya. itu sebab nya ayah nya di menjadi seorang narapidana.
**
"yang mana rumah nya?" tanya Nana saat Liana menghentikan mobil nya
" aku gak tau" jawab Liana
"coba telpon" suruh Nana
tin-tin
suara klakson diri samping terlihat seorang perempuan berpakaian serba hitam memakai Honda ninja hitam membuka helm nya
"Alya!" ucap temen² nya kaget
"kalian ngapain disini rumah gw di belakang" ucap Alya
" ih kamu kok bawa motor sih" kesel Liana
"GK papa, yah udah ayo berangkat" ajak Alya santai
"yah udah ayo" ucap Liana masih dengan muka kesel nya
mereka pun berangkat bersama
**
"ini tempat latihan nya?" tanya Nana saat memasuki perguruan Muay Thai
" wau, keren banget..."
"hai Al" sapa Riski
"siapa tuh al ganteng banget?" tanya Liana pelan saat melihat Riski
"hai, aku Riski" sapa Riski memperkenal kan diri nya
"hai" jawab mereka serentak
"oh Iya, mereka teman sekolah aku"
"owh"
"Nana"
"Liana"
"Aini" saling memperkenal kan diri
"kita kedalam luan yah Ki" ucap Alya
"oke"
"hai Al" sapa pelatih
"ini pelatih Adipati" ucap Alya
"pelatih mereka temen sekolah aku"
"hai" sapa pelatih
"hai" balas mereka
"oke, kalian dengerin aku yah. aku belum sepenuh nya menguasai gerakan Muay Thai, jadi kalau kalian mau latihan langsung sama pelatih" jelas alya
"Halah boong kamu al, dia itu udah bertahun tahun latihan dan dia udah nguasain semua gerakan Muay Thai, yah mungkin hanya perlu menguatkan tenaga"
ucap pelatih
"oh yah, memang nya dari kapan Lo belajar Muay Thai Al?" tanya Nana
"gw latihan Muay Thai dari SMP" jawab Alya
"wau, kamu memang keren Al" puji Liana
"oke oke tapi aku gak bisa ajarin kalian semua secara bersamaan, aku minta tolong ,Riski sama Andi ngajaring Liana sama Nana yah, Aini aku aja. dan pelatih lihat lihat aja siapa tahu ada kesalahan"
" oke " ucap mereka bersamaan
"aku di ajarin sama Riski aja yah Al" ucap Liana
" oke terserah"
mereka pun belajar bersama
setelah selesai belajar mereka pergi kafe sebelah untuk membeli minuman
"uwh cape juga yah belajar Muay Thai" ucap Nana
" awal nya mungkin cape tapi saat kalian udah bisa kalian pasti akan seneng dan gak ngerasa cape, tapi kalian oke sih walau baru pertama" ucap Alya
" jelas dong, kita gitu" ucap Liana
"hmm ni lo gak senang yah sama kita? dari tadi diem diam Bae" ucap Nana
"nggak, nggak gitu aku senang kok bareng kalian cuman aku gak tau mau ngomong apa. jadi aku dengerin kalian aja" ucap Aini
"ngomong apa aja kali, gw juga tadi nya kayak lo suka diem dan cuek sama kalian tapi karna kalian itu adalah temen-temen yang baik, gw bakalan berusaha untuk lebih terbuka sama kalian. tapi kalau soal sifat dingin gw, itu gak bakal bisa hilang dengan sendiri nya" ucap Alya
"iya, makasih yah kalian dah baik sama aku" ucap Aini
mulai dari situ mereka berempat menjadi semakin akrab.
"yah udah ayo kita pulang" ajak nana
"iya kita mampir bentar kerumah Lo yah Al"pinta liana
"ngapain?" tanya Alya santai
"gw cuma mau kenal sama rumah Lo biar gak salah rumah kayak tadi siang" jawab liana
" terserah"
mereka pun pulang
**
"owh ini rumah Lo Al yah ampun Segede ini gw kagak tahu" ucap Liana saat sampai di rumah Alya
" udah kan kalian dah tau kan yah udah pulang sana" suruh Alya
"gitu amat sih Al"
tin-tin
suara klakson motor milik reyhan
" woi Al" panggil Reyhan
" santai dong baru datang juga" ucap Liana. Reyhan pun terkejut melihat mereka
"kalian, hmm Al Lo dari mana aja sih? bikin susah orang aja" kesel Reyhan
"apasih maksud lo, ini dah malam jangan ngajak ribut" ucapa Alya dengan suara kasar
" hehe, santai dong Lo ngomong kayak mau makan orang" ucap reyhan
" yah Lo nya gaje" sambung Nana
" apaan sih nyambung aja, gw datang ke sini cuman mau bilang-
"bilang apa?"
ucapan Reyhan di potong Alya
"mau bilang kalau Oma Lo pulang nya besok...." ucap nya gelagapan
"tadi katanya Oma dah nelpon Lo tapi hp Lo gak aktif" sambung nya lagi
" hp gw mati, yah udah sana Lo pulang " suruh nya dengan nada kasar
"ih dah nyusahin orang gak tau terimakasih di usir gitu aja pula" ucap nya meledek
" apa Lo bilang" teriak Alya
"gak, gak gw pulang sekarang hehe" ucap nya dengan muka menyedihkan
"Lo dah kenal Ama dia?" tanya Nana
"iya, dia anak sahabat papa aku" ucap nya dingin
"yah udah kalian gak pulang?" tanya nya
"ih jangan gitu dong, besok kan libur kita nginap di rumah Lo yah please" mohon liana
"huff iya oke, ayo" kesel Alya
"mm aku gak ikut yah aku pulang Luan, nanti aku di cariin sama ibu " ucap Aini
" Lo tenang aja gw kan dah izin sama Tante , kalau nanti Tante marah aku bakal jelasin" ucap Liana
"iya ni GK papa ayo selagi Alya baik" ledek Nana pada Alya
" wah rumah Lo bagus dan rapi banget Al" puji Nana
"iya, oh iya Al kita kan dah keringatan nih terus belom mandi dan kita gak bawa baju. kita pinjam baju Lo yah , please"
"hfhh, yah terserah,kamar gw yang paling atas sebelah kiri. cepat GPL, aku mau masak dulu"
"gw bantu Lo yah" ucap Aini
"gak usah , Lo mandi aja sama mereka gw dah biasa sendiri" jawab alya
" owh oke makasih yah "
1 jam kemudian teman² nya turun keruang tamu .membuat Alya tersenyum karna, mereka begitu lucu memakai pakaian nya.
"hee, gw heran sama lu Al rata rata baju Lo longgar plus gelap semua" ucap Liana
"iya" sambung Nana dan Aini
"gak papa kalik kan aku yang makek kalian kan cuman sekali ini" ucap Alya
" yah"
"ini aku dah siapin makanan kalau kalian mau langsung makan silahkan, aku mau mandi dulu" ucap Alya
"kita nunggu Lo" ucap mereka serentak
"hmm terserah"