Bab 7: Jerat Obsesi Tuan Muda

783 Words

Pagi di vila itu datang dengan cahaya matahari yang menembus celah-celah hutan pinus, menyusup masuk melalui jendela besar kamar utama yang menghadap langsung ke arah lembah. Alana terbangun bukan karena suara alarm atau deru mesin motor Kenzie yang biasanya memekakkan telinga, melainkan karena aroma wangi pancake yang baru matang dan seduhan teh earl grey yang menenangkan. Ia mengerjap, merasakan halusnya seprai katun Mesir yang membungkus tubuhnya. Kamar ini jauh lebih hangat daripada apartemen Nathan yang dingin. Tidak ada sudut tajam atau furnitur minimalis yang mengancam; semuanya dihiasi dengan kayu ek berwarna madu dan kain-kain lembut. "Kau sudah bangun, Little Rose?" Alana menoleh ke arah pintu balkon. Nathan berdiri di sana, mengenakan kemeja kain linen berwarna krem yang long

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD