Devani tidak henti-hentinya berusaha menawarkan bantuan kepada Grace untuk membuat kue. Namun, Grace tetap bersikeras dengan pendiriannya untuk melakukannya seorang diri. "Ini untuk ulang tahun Edward, Dev. Jadi biarkan aku melakukannya sendiri." "Aku tau, Grace Jacob. Tapi, biarkan aku membantu sedikit saja. Kau bisa kelelahan. Yang ada, kalau kau kelelahan kau tidak bisa menyambut Edward dengan kejutan nantinya." "Bantu saja aku dengan doa, oke?" Devani menghela napas. Grace memang keras kepala. Jika sudah begitu, Devani tidak dapat berbuat apa-apa selain menuruti keinginan Grace. Apalagi keadaan mood Grace yang naik turun disaat hamil seperti ini, membuat Devani harus pandai-pandai menjaga perasaan Grace. "Baiklah. Aku akan menonton dari sini. Jika butuh sesuatu, kau bisa memangg

