Chapter 75

1406 Words

Keesokan harinya... Grace menatap Marko dengan tajam. Berharap pria itu akan merasa terbunuh oleh tatapannya. Tapi justru, Marko terlihat santai menuang minumannya sembari duduk di atas sofa. Grace mendengus. Tangannya terasa sangat pegal dengan posisi seperti ini. Terikat ke atas dengan rantai. Kaki Grace juga terasa pegal karena terus-terusan berdiri. Belum lagi perutnya yang terasa lapar, terus-terusan berbunyi minta diisi makanan. 'Haus..' batin Grace Marko benar-benar kejam. Grace tidak tahu sudah berapa lama ia terikat seperti ini. Tanpa makanan, minuman. Atau berpindah posisi. Grace bisa mencium bau tubuhnya yang mulai tidak sedap karena belum mandi. Grace tidak tahu apakah saat ini siang atau malam. Gudang ini benar-benar terisolasi. Tidak ada celah yang menunjukkan dunia luar.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD