Chapter 72

948 Words

Edward duduk di ruang tamu dengan gelisah. Beberapa maid berkali-kali muncul di hadapannya untuk menawarkan minuman ataupun makanan. Edward belum makan malam. Ia masih menunggu Grace. Sedangkan Edward hanya menolak dengan halus. Ia hanya akan makan malam jika Grace sudah datang. Ia kan makan ditemani Grace. Edward mulai menelpon Grace. Namun tidak diangkat. Edward mencobanya berkali-kali. "Ck." Edward berdecak kesal karena Grace tak kunjung mengangkat teleponnya. "Dasar wanita. Jika sudah bergosip, tidak pernah ingat waktu." Edward menatap jam tangannya. Sudah pukul delapan malam. Tapi istrinya belum juga datang. Edward menjadi gelisah. Ia tidak tenang sedari tadi. "Ah, si Devani." Edward baru terpikir untuk menelpon wanita itu. Ia segera menelpon Devani. Berharap Devani akan mengangk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD