Edward memperhatikan anak-anak yang berjalan keluar kelas dengan teliti. Ia sedang mencari seseorang yang akan diajaknya bernegosiasi. Semalam, ia sudah memikirkan tentang segalanya. Ini demi kebaikannya dan Grace. Demi Tuhan, Edward bahkan tidak tahu mengapa ia merasa orang yang akan diajaknya bernegosiasi ini adalah saingan tersulitnya. "Fero!" Akhirnya penantian panjang Edward terjawab. Ia telah menunggu selama hampir satu jam di tempat ini. Anak kecil itu nampak terkejut namun tetap menghampiri Edward seraya memegang kedua tali tas gendongnya. "Hai, Paman galak." Fero menyapa Edward dengan memberi hormat layaknya tentara yang sedang melapor. Edward memicingkan matanya. Jika mengabaikan pertarungan tak kasat mata antara dirinya dan Fero, sesungguhnya anak

