Grace mengerjapkan matanya saat ia merasakan benda kenyal menempel di bibirnya. Matanya membulat sempurna kala melihat wajah Edward yang tengah memejamkan mata menikmati pagutannya kali ini. Grace langsung mendorong d**a Edward menjauh. Sontak hal itu membuat Edward terkejut dan langsung membuka mata. "Kau sudah bangun rupanya." Edward tersenyum hangat. "Kapan kau datang?" tanya Grace dengan pandangan sengit. Edward mencuri kesempatan saat ia tertidur. "Baru saja." "Lalu menciumku tanpa izin?" Grace mengangkat satu alisnya. "Kau istriku. Jadi, kurasa aku tidak perlu izin untuk mencium istriku. Aku hanya membutuhkan izinmu untuk membuatmu hamil. Itu pun karena aku tidak ingin memaksamu memiliki anak saat kau belum siap." Grace mengalihkan pandangannya. Iya jadi

