Dua Puluh Dua

1315 Words

"Ayo, turun." Dana duduk miring menghadap ke arah Alea yang duduk di sampingnya. Saat ini mereka berada di area parkir Hotel Marina. Sudah beberapa menit yang lalu mereka tiba, tapi Alea masih belum mau beranjak dari dalam mobil. "Baby, aku senang kau mengkhawatirkan aku, tapi bisakah kau mempercayaiku?" Dana mengulurkan tangan untuk mengusap setitik air mata yang menetes di pipi Alea. "Aku takut... Kau harus pergi lagi jika sampai ada yang menyadari ada yang tidak biasa dengan dirimu." Dana menarik tangan Alea yang berada di pangkuannya agar duduk menghadap ke arahnya. "Baby, aku tak akan pernah mempertaruhkan kesempatan terakhirku untuk bersamamu dengan bersikap sembrono. Lagipula, bukankah keluargamu sudah mensterilkan area pesta? Dan kita tinggal turun dari mobil, berjalan sebenta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD