Gadis Jalang

1035 Words

Hafa keluar dari kamar mandi, dan kembali berlari saat melihat Kio. Dia cepat-cepat masuk ke kamarnya dan tergesa-gesa menutup pintu. Dadanya berdebar, nafas Hafa bahkan tersengal. “Wajar saja d**a aku berdebar, kan aku habis lari. Wajar aja! Iya, memang wajar!” “Hafa, ayo cepet!” seru Kio dari luar kamar. Hafa yang sudah siap dengan seragam dan tasnya hanya berdiri di balik pintu. Kio mengetuk pintu, membuat jantung Hafa hampir copot. “Hafa! Buruan!” serunya lagi. Hafa perlahan membuka pintu, menyembulkan wajahnya saja di balik pintu. “Kio, aku naik angkot aja deh!” tolak Hafa. Kio menatap Hafa yang sudah rapih dengan jilbabnya, cowok itu kemudian menarik Hafa begitu saja. “Udah siang, banyak banget tingkah!” “Naik angkot aja aku enggak apa-apa Kio!” “Kan sekalian aku lewat se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD