Tidur Di Sini Saja

1008 Words

Menit berlalu tapi mereka masih tetap saling diam, Irham menunggu Hafa bicara menceritakan apa yang telah terjadi padanya selama ini, tapi gadis itu masih saja bungkam dan enggan bicara. Irham melirik Hafa tapi gadis itu gak bergeming. Tetap tak ingin menceritakan apapun pada Irham yang rasa ingin tahunya sudah memuncak sekali. Bukan hal yang tepat untuk Hafa menceritakan semua itu. Bayangkan betapa khawatirnya Irham jika dia tahu apa saja yang telah di alami Hafa. Mulai dari dibawa paksa oleh dua orang botak, sampai pada kejadian siang tadi di apartemen Kio. Bahkan Hafa masih merasakan dinginnya es itu di kepalanya. “Ya udah, kalau kamu belum mau ngomong ke aku. Aku akan tunggu sampai kamu mau.” Irham tersenyum. Cowok itu menyentuh kepala Hafa dan membelainya pelan. Tepat di saat itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD