Adelia dengan hati remuk redam, memilih untuk menyerah. Sudah cukup dirinya bertahan selama ini. Sudah cukup dirinya merendahkan harga dirinya di hadapan Zico selama ini. Semua usahanya selama ini hanya sia-sia. Untuk kesekian kalinya Zico kembali menolaknya, meskipun saat ini ada darah daging Zico di dalam rahimnya. Adelia pikir, dengan membuat dirinya mengandung anak Zico, Zico akan luluh dan mau menerimanya dan membuka pintu hatinya, karena adanya anak dalam kandungannya. Tapi, Adelia sepertinya lupa, kalau hati Zico sudah menemukan pemilik hatinya. Dimana sang pemilik hati itu sudah hak paten dan tak bisa digantikan oleh siapapun. Termasuk dirinya. Adelia sepertinya lupa, kalau Zico bukanlah Zico yang dulu ia kenal. Pria itu sudah berubah seratus delapan puluh derajat. Tapi itu

