Malam yang dingin

2746 Words

Luna mengerucutkan bibirnya, saat melihat Malik yang terus melangkah menuju dapur tanpa menghiraukan dirinya yang sejak tadi memanggilnya. Sepertinya suaranya hanya Malik anggap seperti angin lalu. Masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. “Ihhh! Gitu aja ngambek! Kayak anak kecil aja ngambekan. Gak lihat itu umur sudah mau kepala tiga,” dengus Luna sambil menghentakkan kakinya secara bergantian ke lantai untuk meluapkan kekesalannya. Astaga, Luna! kamu gak lihat diri kamu? kamu juga kayak anak kecil. Manja dan masih suka ngambekan. “Lik!” panggil Luna sambil kembali melanjutkan langkahnya menghampiri Malik masuk ke dalam dapur. “Kamu marah sama aku?” Malik hanya diam. Ia mulai mengeluarkan bahan-bahan makanan yang tadi dibelinya. Rencananya malam ini ia ingin sekali makan spaghet

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD