Momen bahagia

2856 Words

Satu minggu sudah berlalu, Malik sudah merenungkan tentang apa yang akan dilakukannya setelah ini. Selama satu minggu itu pula Malik menonaktifkan ponselnya. Ia tak ingin diganggu oleh siapapun, termasuk Luna. Kata-kata yang Johannes ucapkan waktu itu masih terngiang di otak Malik. Dimana Johannes tak akan pernah merestui hubungannya dengan Luna. Mungkin ini memang yang terbaik untuk aku sama Luna. Mungkin memang kita tak ditakdirkan untuk bersama. Malik melihat kopernya yang ada di atas ranjang. Hari ini juga Malik memutuskan untuk kembali ke kampung halaman Jenar. “Lebih baik aku berangkat sekarang.” Malik lalu menurunkan kopernya dari atas ranjang. Ia lalu menarik koper itu keluar dari kamarnya. Dalam perjalanan menuju kampung halaman Jenar, Malik kembali menyalakan ponselnya. Be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD