Malik benar-benar tak sanggup lagi menahan rasa yang tiap hari semakin menggebu di dalam dadanya. Semakin dirinya menolak perasaan itu, dadanya semakin terasa sesak. Apalagi saat melihat sang pujaan hati sering bersama dengan pria lain, membuat darah dalam tubuhnya semakin mendidih. Malam ini. Malam ini Malik menyakinkan dirinya untuk mengatakan semua isi hatinya kepada Luna. Kali ini ia akan mempertahankan apa yang seharusnya menjadi miliknya dan tak akan pernah melepaskannya lagi. Selama ini dirinya sudah cukup menahan diri. Tapi, saat mendengar Luna pergi bersama dengan Zico tanpa sepengetahuan dirinya, membuat semangatnya semakin berkobar untuk segera memberitahu Luna tentang perasaannya selama ini. “Lik. Apa yang kamu katakan? kamu hanya bercandakan? Bagaimana mungkin kamu mencin

