Surat Berdarah

936 Words

Sepuluh jam yang lalu Laki-laki dengan jaket musim dingin itu tersenyum memandang profil adiknya sambil mengucapkan kata maaf berulang kali. Dia lalu mematikan ponsel, membuat siapa pun tak akan dapat menghubunginya. Bayang-bayang masa lalu menghantui pria itu, empat belas tahun lalu dia dan saudara kembarnya harus dipisahkan dan tak dapat lagi main bersama secara normal. Berkali-kali ia harus menyelinap menaiki tangga tengah malam hanya untuk bermain dengan saudaranya yang dipasung di gudang. Saat kejadian itu, adik bungsunya yang masih kecil, Arabelle masih berumur empat tahun. Dia bahagia karena adik perempuannya itu bisa menjadi harapan keluarga setelahnya. Bebannya berkurang, berharap bisa memilih jalan apa pun yang disukainya. Namun nihil, beberapa tahun kemudian Arabelle tumbuh b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD