Aeera mengamati sekeliling, dinding-dinding yang dipenuhi foto orang, gambar topi dan kacamata, serta penghargaan yang terlihat berdebu. Juga berbagai peralatan seperti loop, brankas kecil, kacamata yang tergeletak tepat di bawah meja komputer. "Inilah markas kami. Karena telah menjadi anggota, kau bisa datang kesini kapan pun kau mau," kata Septian, mendudukkan badannya di kursi hidrolik sambil berputar-putar. "Bagaimana?" Aeera tersenyum takjub. "Tempat ini lebih baik dari dugaanku. Lebih baik dari—" Tiba-tiba saja ia mengingat tempat rahasia Elite Student yang berada tepat di sebelah ruang Kepala Sekolah. "Aku tahu," sambung Sinta. Sebagai mantan Elite Student dia tahu keberadaan ruangan itu meski hanya dua kali hadir saat Edward merencanakan pertemuan mereka. Karena dia sejak du

