Aku ingin menyapanya sebelum kita akan berpisah dalam waktu lama,tapi aku bimbang apakah diperbolehkan untuk melakukan hal itu atau tidak. Sesaat sempat ragu, namun kemudian aku memilih mengalah dengan waktu. Aku lelah memperjuangkan hal rumit dan aku ingin berhenti di titik ini. Sekarang juga. Ketika keluar dari ruang sidang, ternyata dia masih di sana bersama empat orang anggota, mungkin saling menyapa lalu saling berpamitan. Sempat bersitatap denganku dan kami bertatapan beberapa detik hingga aku membuang napas dan pandanganku ke arah berbeda. Melihat kami saling menatap seolah paham rekan kerja Mas Yadi kemudian berpamitan dan memberi kami kesempatan untuk bicara. "Jaga anak-anak dengan baik," ujarnya pelan. "Tentu, aku adalah ibunya," jawabku. "Yang kusukai darimu dari dulu ad

