"Itu ada titipan dari kurir, aku meletakkannya di atas meja kerjamu," ujarku ketika menyajikan sarapan. "Titipan apa?" "Surat Mas." "Surat? jaman sekarang?" "Ya, mungkin aja surat tagihan atau sejenisnya," jawabku sambil menggigit roti. "Ya, jaman digital seperti sekarang kan bisa kirim pesan via SMS atau WA," jawabnya sambil tertawa. "Bisa jadi itu pesan penting, jadi silakan untuk memeriksanya," ujarku sambil membalas senyumnya. "Tentu Nyonya, sesuai arahan Anda," godanya menandaskan minumannya. ** Dari meja makan kulirik pria yang berangsur menuju meja kerjanya, diraihnya amplop yang sudah kurekatkan ulang, dan membukanya dengan perlahan. Bisa kutangkap betapa terkejut wajahnya ketika membuka isi pesan itu. Ketika ia bersitatap denganku, aku bisa menangkap kegugupan yang coba d

