Aku kembali ke rumah, aku kembali dengan hati setengah gembira. Tadinya, aku akan tidur saja, namun kurasa aku tak boleh membuang banyak waktu. Pukul sebelas malam, aku meluncur menuju rumah dinas yang baru kutempati selama tiga tahun sebagai Ibu Dandim. Kuncinya kubawa dan ketika melewati pos penjagaan aku memberi tahu petugas bahwa akan mengambil sisa barang yang tertinggal. Mereka sempat bertanya, apakah aku butuh pengawalan namun kutolak dengan senyum ramah. "Tidak usah, saya cuma mau ambil sisa pakaian dan perhiasan rumah." "Kalo begitu kenapa tidak menunggu besok pagi?" "Saya tidak sempat karena sibuk, ditambah lagi saya sering lupa." Mereka memberi hormat dan aku melanjutkan masuk ke dalam komplek. Kugeser gerbang, lalu menuju pintu depan dan memasukkan kunci. Aku hendak meng

