Menjalani kehamilan di trisemester pertama, membuatku sedikit lemah dan kerap merasa pusing. Apalagi gejala morning sickness membuatku makin tak kuat beraktifitas di pagi hari. Obat-obat dan vitamin di susun di meja dekat tempat tidurku, ada sekotak s**u dan sepiring buah yang sudah disiapkan Mas Didit sejak pagi. Memang sikapnya sebagai suami sangat romantis dan penuh perhatian, sebagai istri harusnya aku bahagia, namun akhir akhir ini, perasaanku makin hari makin tak nyaman. Perlahan-lahan kucoba mengendalikan rasa takut dan trauma akan kejadian mengerikan tempo hari, aku belajar membiasakan diri, karena sedang mengandung bayi, kukontrol rasa syok dan takut yang kerap datang dengan mudah, agar janinku tak terganggu oleh stress dari si Ibu. Anak- anak lebih bahagia dan antusias meraw

