sadar melawwn

1359 Words

Perlahan kubuka mata, berusaha bangkit meski tiba tiba merasa sangat pusing dan mual akibat pukulan pria mengerikan itu. Lamat-lamat penglihatan menyusahkan dengan pencahayaan ruang yang cukup gelap dan lembab ini, kupindai sekeliling, hanya ada satu sebuah pintu, lantai juga setengah basah dan berdebu. Ingin berteriak tapi rupanya mulut ini dilakban juga posisi tangan yag terikat membuatku kesulitan untuk bergerak. "Siapa pria yang berani memukul dan menculikku," gumamku dalam hati. Sembari berusaha bangkit aku terus berdoa semoga anak-anak menyadari keterlambatanku dan segera memberitahu ayah tiri mereka. Semoga bantuan segera datang. Dengan menyeret langkah aku berusaha untuk mengintip, suasana di luar sama suramnya, mungkin tempatku saat ini adalah basemen atau ruang bawah tanah,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD